Menelanjangi Buku Syiah Karya Istri Kang Jalal

Jakarta (SI ONLINE) – Ruang Melati, Hotel Milenium, Tanah Abang, Jakarta Pusat terasa dingin. Pasalnya, ruangan besar berkapasitas seratusan orang itu hanya diisi sekitar tiga puluhan orang saja. Diskusi seputar Syiahlah yang akhirnya mampu menghangatkan ruangan itu, dari pagi hingga siang, Senin 17 Desember 2012. Selama setengah hari, Badan Penelitian dan Pengembangan Kementrian Agama (Balitbang … Read more

Bukti pensyiahan Indonesia secara sistematis (bag.2)

Setelah kita hadirkan bukti bahwa anak-anak SD di Solok sudah diberi buku bacaan yang menggunakan anggaran Belanja Daerah (Pemkot Solok) dengan buku yang berjudul Qalbun Salim, yang isinya mengajarkan kepada ana-anak usia SD agar mereka mengimani imam Syiah yang dua belas yang dimulai dari Imam Ali, dan diperintah agar membenci dan memusuhi pemimpin yang tidak sah alias zhalim, mulai dari Khalfah Abu Bakar, Khalifah Umar dan Khalifah Usman, hingga Bani Umayyah (yang dimulai dari Sahabat Muawiyyah, terus termasuk khalifah Umar bin Abdul Aziz), Bani Abbasiyyah (termasuk Khalifah Harun al-Rasyid) rahimahumullah jami’an.

Anak-anak SD itu dicekoki doktrin bahwa yang mengingkari imam dua belas syiah adalah orang yang hatinya dipenuhi oleh kegelapan kekufuran dan kesyirikan.

Lalu anak-anak SD itu juga diajari agar bertaqiyyah menyembunyikan akidah syiah yang sesat ini dari kaum muslimin jika khawatir tidak baik.

Kini kita hadirkan buku ke dua dengan judul “Dosa-dosa besar”.

Perhatikan nama penulis “Prof. Dasteghib”

Sementara di buku pertama: “Abdullah Husain Dasteghib” satu penerbit , satu paket sama-sama cetak tahun 2010, tetapi penulisan nama pengarang saja jauh berbeda. Kita khawatir ini bagian dari kebodohan atau bahkan penipuan, tidak professor ditulis professor.

Alamat penerbitnya:

 

Perhatikan stempel-stempelnya:

 

Perhatikan siapa yang memutuskan?

 

Kita tidak tahu siapa yang bermain diatas. Perlu ada orang yang menyelidiki, sebab ini termasuk pengkhianatan terhadap bangsa Indonesia yang sunni.

Apa isi buku yang didoktrinkan kepada anak-anak SD?

  1. Syiah itu tidak akan masuk neraka

 

  1. Hadits itu sabda para imam ma’shum yang dua belas (Ditambah Nabi dan Fatimah), bukan sabda Rasul -Shalallahu alaihi wasalam- saja sebagaimana ahlussunnah. (banyak sekali kalimat yang semakna dengan ini) misal hal 49:

 

  1. Doktrin agar menjadi syiah sejati

 

  1. Yaitu orang-orang yang disebut dalam al-Qur`an sebagai Khairul Bariyyah (manusia terbaik)

 

 

  1. Yang beriman dengan wilayah/ imamah Syiah dijamin selamat

 

  1. Cinta ahlussunnah kepada ahlullbait tidak sah sebab tidak ikut ahlulbait (baca syiah)

    Read more

SU`UL KHATIMAH; MATINYA IMAM SYIAH SAAT MAU MEMCACI MAKI SAHABAT!

Satu pelajaran diberikan oleh Allah untuk syiah di seluruh dunia. Seorang tokoh syiah Rafidhah Irak, mati mendadak saat membaca doa nadbah, Aza’ dan ratapan dalam Husainiyyah di Karbala` kemarin lusa pagi hari pada tanggal 9 Nopember 2012 M. Orang syiah bilang dia terjatuh mati karena puasa!!! Sungguh pembelaan yang ajaib! Dia mati di majlis yang … Read more

JALALUDDIN RAHMAT MELECEHKAN MAJELIS ULAMA INDONESIA

Opini KH. Ma’ruf Amin di Harian Nasional Republika tentang pengesahan MUI Pusat terhadap fatwa MUI Jatim kamis, 8 Nov 2012, mendapat balasan yang sangat pedas dari Ketua Dewan Syuro Ikatan Jamaah Ahlu Bait Indonesia, Jalaluddin Rahmat. Tokoh Syiah Indonesia tersebut menulis opini balasan pada harian Republika berikutnya dengan judul “Menyikapi Fatwa tentang Fatwa” pada hari … Read more

WASPADA BUKU PUTIH MADZHAB SYIAH 4 -Bukti yang tak terbantahkan-

MEMUJI “DUA BERHALA QURAISY”!!!

1. Penerbit buku putih (syiah Indonesia) mengaku ikut Uqala’ (orang-orang pandai) bukan juhala’ (orang-orang bodoh), sufaha` dan muthatharrif (ekstrim).

2. Syiah Indonesia penerbit buku putih mengingkari adanya takfir dan tadhlil seperti di halaman 6:

 

3. Syiah Indonesia penerbit buku putih bermakmum pada Imam KHumaini dan membelanya mati-matian, mengingkari kalau Khumaini (dalam Kasyful Asrar) menyebut abu Bakar dan Umar sebagai dua berhala Quraisy (h. 19, 67-68,)

Syiah Indonesia menolak semua yang bertentangan dengan al-Quran dan akal sehat, sebagaimana disebutkan di Hal 22 :

Yang dimaksud dengan al-Quran sebagaimana di hal 15 adalah mushhaf (“usmani”) yang ada di tangan kita ini:

Namun tidak diterangkan Akal sehat milik siapa? Akal sehat milik Sahabat Nabi dan ahlulbait ataukah syiah?

Di bantahan ke 3 sudah dijelaskan bahwa tokoh agama Syiah Husein Syahab berpandangan bahwa cara menyelesaikan persoalan ini adalah dengan membaca buku untuk mengetahui apakah syiah mencaci sahabat atau berbuat kafir.

Read more

dialog syiah Di surabaya pun bubar!!

“Acara dialog “Perlukah Syiah Ditolak?” sedianya diadakan di Aula IAIN Sunan Ampel Surabaya, namun karena mendapat banyak tantangan akhirnya acara di pindah ke Aula Fakultas Ushuluddin IAIN Sunan Ampel Surabaya. Dalam kesempatan itu, Emha Ainun Najib yang menjadi salah satu pembicara sempat menantang para penentang Syiah untuk menyebutkan ayat yang memerangi sesama manusia, namun setelah … Read more

KARIKATUR SURAT KABAR IRAN MELECEHKAN NABI YUSUF!

Gensyiah: Majalah “Kayhan” Iran dalam halaman 49, di No edisi (145-246) untuk bulan (Agustus, September), menerbitkan karikatur yang melecehkan Nabi Yusuf (), yang menyebabkan kaum muslimin terusik dan tersakiti. Kayhan Foundation pada prinsipnya adalah juru bicara resmi pemerintah Iran, yang dipimpin oleh seorang sayyid yang mengaku menjadi pemimpin bagi umat Islam dan menamai dirinya dengan … Read more

Waspada buku putih syiah bag.2 buku putih menipu bangsa Indonesia

Awas taqiyyah orang syiah menipu orang indonesia!

KOMENTAR

1. Masih tentang “menurut ulama syiah yang muktabar”

Di halaman 22 sebanyak 2x disebutkan bahwa diantara kitab standar yang menjadi rujukan standar di kalangan ulama syiah adalah: al-kafi karya al-kulaini, man la yahdhuruhu al-faqih karya al-Shaduq ibn Babawaih, al-Tahdzib dan al-Istibshar karya al-Thusi.

Kalau kitab-kitab sumber rujukan syiah yang muktabar itu mengatakan bahwa abu Bakar dan Umar kafir, terlaknat, kemudian penduduk Madinah lebih busuk dan lebih kafir dari penduduk Makkah dll apakah para imam itu khususnya al-Kulaini itu sufaha` (bodoh) dan dewan pengurus pusat ahlulbait Indonesia yang uqala` (pandai)?

Terus kalau ada pertentangan antara ahlulbait indonesia dengan ulama dan kitab-kitab syiah yang muktabar siapa yang dibenarkan dan siapa yang didustakan? Saya khawatir ini akal bulus syiah indonesia untuk membodohi umat islam. perhatikan masalah taqiyyah berikut:
2. Masalah taqiyyah

Menurut buku ini taqiyyah ada dua macam:


Perhatikan kalimat di kovernya “untuk kesepahaman demi kerukunan umat Islam”! Buku ini dikarang bukan untuk menerangkan syiah yang sebenarnya tapi untuk “kerukunan karena mereka minoritas terpojok oleh kesesatannya yang terbongkar melalui kasus sampang.

Tidakkah para pembaca mencium aroma taqiyyah tingkat tinggi?!
Awas jangan mau ditipu oleh orang-orang yang ikut aliran sesat syiah!
Taqiyyah model syiah (taqiyyah yang kedua) ini tidak ada dalam islam, malah dilarang karena mirip sekali dengan istilah nifaq yaitu menyembunyikan kebid’ahan atau kekufuran mereka dari umat islam sunni untuk kepentingan mereka supaya bisa hidup di tengah sunni, hingga apabila sudah waktunya mereka akan terus terang.
Buku putih ini bisa dibilang sebagai bentuk syiah yang paling “santun” bukan yang sesungguhnya sebab tidak ditulis untuk menerangkan syiah apa adanya tapi untuk menjaga perasaan dan menenangkan muslim Indonesia yang sunni biar tidak terus mendukung fatwa MUI yang membongkar kesesatan syiah.
Allah berfirman (QS. Al-Baqarah: 9):

 

يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَمَا يَخْدَعُونَ إِلَّا أَنْفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَ  9

“mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, Padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar.”
Ini bentuk yang paling santun, lalu bagaimana bentuk aslinya? Bentuknya adalah seperti syiah iran seperti syiah Khumaini yang menghina Nabi i dan menghina para pengikut Nabi -Shalallahu alaihi wa salam-.

3. Contoh taqiyyah untuk mengelabui ahlussunnah biar tidak marah, biar mau rukun dengan syiah:
Scan Halaman 25 dari buku putih syiah

Perhatikan kalimat:

دعوا ما وافق القوم فإن الرشد في خلافهم

Mereka terjemahkan: “jauhi (pandangan) kaum (pengikut para penguasa) itu karena kebenaran berada pada kebalikan dari (pandangan) mereka.”
Para pembaca yang cerdik pandai, yang diberi anugerah akal dan hidayah islam, saya bertanya sekarang:
a. Anda tahu siapa yang dimaksud dengan kaum (pengikut para penguasa)?

Kaum yang dimaksud adalah ahlussunnah waljamaah.
Penguasa yang dimaksud adalah Khalifatu Rasulillah Abu Bakar, Amirul Mukminin Umar dan Usman, Muawiyyah (tidak kita sebutkan amirul mukminin ali dan Hasan karena mereka hanya mengakui untuk mereka dan keturunannya saja sebagaimana telah ditunjuk oleh Allah dari langit kata mereka). Maka para khalifah itu (selain ahlulbait) mereka anggap hanya sekedar penguasa secara de facto bukan secara syar’I, sebab secara syar’I mereka adalah perampas hak ahlulbait, zhalim kafir!.
Perhatikan kata mereka:

Perhatikan penekanan mereka pada kata berikut:

Jadi setelah disebut sebagai fakta sejarah yang tidak bisa ditolak kebenarannya (baca: keberadaannya!) dan mereka juga adalah sahabat Nabi yang mulia dan nyatanyapun mereka memiliki banyak prestasi (entah prestasi apa?!) lalu mereka menegaskan bahwa sikap syiah yang ditetapkan dalam konferensi London 1985 syiah hanya mengakui secara de facto (ingat secara de facto saja bukan secara agama dan secara syar’i) kekhalifahan tiga khalifah sebelum Imam Ali. Jadi mereka itulah yang dimaksud penguasa, dan kita ini pengikut para penguasa bukan para imam yang shalih, tapi penguasa zhalim.

Para pembaca yang beriman dengan mencintai sahabat dan ahlulbait, bukti kalau sahabat abu Bakar dan Umar tidak ada harganya bagi syiah, dan tidak dianggap sebagai sahabat Nabi -Shalallahu alaihi wa salam- yang baik, adalah:

Pertama: didalam daftar 197 sahabat Nabi yang mereka klaim sebagai panutan dan teladan dari halaman 40 sampai 49, tidak ada nama Abu Bakar, Umar, dan Usman. Katanya sahabat nabi yang mulia Yang punya banyak prestasi? Mana Abu Hurairah, Thalhah, al-Zubair, isteri-isteri Nabi -shalallahu alaihi wasalam-?

Yang aneh mereka malah memasukkan Muhammad bin Abu Bakar (al-Shiddiq). Mengapa? Karena ikut menentang kebijakan khalifah Usman dan hidup dalam asuhan Ali bin Abi Thalib -Radiallahuanhu-

Jadi mereka dusta ketika mengatakan abu Bakar dan Umar sahabat nabi yang mulia. Kalau betul mulia tentu disebut pertama kali sesuai dengan urutan sejarah dan keutamaannya atau paling tidak disebut di dalamnya biar dustanya tidak mudah diketahui. Atau paling tidak Muhammad bin abu Bakar tidak dimasukkan sebab ia hanyalah sahabat kecil karena dilahirkan oleh ibunya Asma’ binti Umais saat perjalanannya menuju Makkah dari Madinah untuk haji wada’”.

Read more

Laporan Nadwa (Bagian ke-1)

Hari Ahad 15-4-2012 Sesi pertama: pengertian al-Nashb wa al-nawashib (kelompok yang benci Ali dan ahlulbait) Tutor: Syaikh Usamah Point – point: 1. Makna nashb secara bahasa (ada 6 makna) 2. Makna al-Nashb secara istilah (ibnu Hajar, suyuthi, Kafawi, Ibnu Taimiah, Maqrizi) 3. Perkembangan istilah: a. Pertama hanya terkait dengan membenci, memusuhi, menyakiti dan merendahkan amirul … Read more