Menelanjangi Buku Syiah Karya Istri Kang Jalal

Jakarta (SI ONLINE) – Ruang Melati, Hotel Milenium, Tanah Abang, Jakarta Pusat terasa dingin. Pasalnya, ruangan besar berkapasitas seratusan orang itu hanya diisi sekitar tiga puluhan orang saja. Diskusi seputar Syiahlah yang akhirnya mampu menghangatkan ruangan itu, dari pagi hingga siang, Senin 17 Desember 2012. Selama setengah hari, Badan Penelitian dan Pengembangan Kementrian Agama (Balitbang … Read more

MUI Jatim tolak cabut fatwa Syiah sesat

Reporter : Moch. Andriansyah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur (Jatim) tidak akan mencabut fatwa dengan Nomor Keputusan 01/SKF-MUI/JTM/I/2012 tentang kesesatan ajaran Syiah di Indonesia. MUI Jatim beralasan, fatwa itu memberi pemahaman kepada masyarakat tentang ajaran Syiah. “Fatwa itu dikeluarkan melalui beberapa kajian, bukan dalam waktu singkat. Presiden saja tidak bisa mencabut fatwa itu,” tegas … Read more

MUI Usut Dugaan Adanya Tokoh Syiah Dalam Kepengurusan

KETUA Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Kholil Ridwan, menjelaskan bahwa organisasinya kini sedang melakukan evaluasi atas dugaan adanya seorang tokoh Syiah dalam kepengurusan MUI pusat. Hal ini mengemuka setelah tokoh tersebut datang ke Sampang atas nama MUI pusat, mendesak dicabutnya fatwa sesat Syiah dari MUI Jatim. “Padahal dia datang bukan atas nama MUI pusat dan … Read more

KANG SAID: IDEOLOGI WAHABI SELANGKAH LAGI JADI TERORISME?!!!

Allah berfirman: {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن جَاءكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَأٍ فَتَبَيَّنُوا أَن تُصِيبُوا قَوْماً بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ } الحجرات6 “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas … Read more

Siapa yang meloloskan buku-buku yang merusak agama anak bangsa?

Ketika kami turunkan makalah tentang pensyiahan Indonesia secara sistematis mungkin dihati kita ada tanda Tanya besar, bagaimana mungkin buku-buku syiah yang penuh dengan kesesatan tersebut bisa lolos dan bahkan resmi dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam? Marilah kita menoleh kebelakang sejenak untuk melihat siapa saja orang yang diberi wewenang ikut andil dalam menyusun kurikulum pendidikan di Indonesia?

 

Sebagaimana dimuat di Nahimunkar.com dari beritasatu.com dengan judul “Goenawan Mohammad Dilibatkan Susun Kurikulum Pelajaran Sastra” maka kita bisa menjadikannya sebagai contoh, sekali lagi sebagai contoh –sebab kita memang belum tahu siapa yang meloloskan- bahwa lolosnya buku syiah tersebut sangat mungkin jika orang-orang yang ditunjukkan untuk membentuk karakter bangsa melalui buku-buku pendidikan anak-anak bangsa ini tidak memiliki akidah yang sesuai dengan akidah al-Quran dan sunnah. Disebut di nahimunkar.com:

 

“Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Kebudayaan, Wiendu Nuryanti, mengatakan sastra akan masuk ke dalam kurikulum dan diajarkan di sekolah-sekolah.

“Bagi generasi muda, sastra itu sangat penting. Sesuai dengan apa yang disampaikan Ki Hajar Dewantara, tidak hanya olah nalar atau pikir saja yang diajarkan di sekolah. Tapi juga olah cipta dan rasa,” kata Wiendu, di Jakarta, Senin (19/11).

Saat ini Kemendikbud sedang melakukan penyusunan kurikulum dengan melibatkan para sastrawan, misalnya Goenawan Mohammad.”

mari mengenal siapa Goenawan Mohammad !

Cara Goenawan Mohamad Pemimpin Tempo Jualan Marxisme dan Merusak Agama

BAGI yang belum tahu latar belakang Goenawan Mohamad (GM), mungkin terheran-heran dengan minatnya terhadap bacaan-bacaan dan pemikiran-pemikiran yang membincangkan soal Tuhan namun dengan orientasi yang meniadakan, meragukan, dan sejenisnya.

Cobalah sesekali kunjungi situs taman kembang pete yang memuat wawancara majalah porno Playboy edisi 16 April 2007 dengan Goenawan Mohamad (GM) (http://tamankembang pete.blogspot.com/2007/04/playboy-interview-goenawan-mohamad.html). Dari wawancara itu, antara lain bisa diketahui bahwa bapaknya GM adalah seorang tokoh Marxis yang berpengaruh di Pekalongan.

GM sendiri mengakui bahwa bapaknya kiri. “Iya, Bapak saya seorang kiri. Saya terlalu kecil waktu itu untuk mengerti. Kakak saya, Kartono, cerita dalam perpustakaan bapak saya itu Karl Marx isinya. Dia aktivis politik, pelopor kemerdekaan. Dia dibuang ke Digul bersama ibu saya. Pulang, tahun 1945, Belanda datang dia ditangkap, ditembak mati. Saya umur lima tahun ketika itu.”

Bahkan, melalui wawancara majalah porno tersebut, GM memposisikan orang-orang yang berpaham komunis setara dengan yang non komunis. Menurut GM, “Saya lihat orang-orang komunis sama patriotiknya dengan yang bukan komunis, sama-sama ingin membikin Indonesia lebih baik…” Begitu kata GM.

Lain yang dikata GM lain pula dalam kenyataan. Dan ternyata, patriotisme kaum yang berpaham komunis itu ditunjukkan –setidaknya– melalui dua kali kudeta, di tahun 1948 dan 1965, membunuhi ulama; juga mengolok-olok agama dan umat beragama, sebagaimana kini dilakukan oleh sebagian anasir JIL (Jaringan Islam Liberal) dan sejumlah mahasiswa kiri di UIN/IAIN.

Dalam salah satu catatan pinggirnya berjudul Atheis (30 Juli 2007), GM seperti sedang ‘membanggakan’ kitab bacaannya yang membincangkan keberadaan tuhan, antara lain God Is Not Great: Religion Poisons Everything karya penulis Inggris bernama Christopher Hitchens yang meyakini bahwa Tuhan tidak akbar dan bahwa agama adalah racun. Masih ada beberapa buku lainnya yang dibaca GM, meski tidak tuntas.

Bagaimana kesan GM setelah membaca buku-buku –yang tidak tuntas itu? Menurut GM, “… saya telah merasa setengah terusik, tersinggung, berdebar-debar, terangsang berpikir, tapi juga gembira…”

Sebuah potret perasaan yang membingungkan, dan boleh jadi mewakili kondisi psikis GM secara keseluruhan. Kalau membaca buku-buku seperti itu membuat GM terusik, tersinggung, berdebar-debar dan sebagainya, mengapa ia menyediakan waktu khusus untuk mengunyah-ngunyah sesuatu yang tidak bermanfaat bagi dirinya dan masyarakat luas.

Bukankah akan lebih baik energi dan kekuatan berfikir GM dicurahkan membaca-baca buku bermanfaat, seperti cara menanam tomat yang baik, cara menanam padi yang baik, kemudian ditulis di majalahnya untuk dibaca dan diterapkan oleh orang lain?

Tapi, itu merupakan pilihan GM membaca buku-buku yang tidak ada manfaatnya bagi rakyat kebanyakan. Meski, GM setelah membaca buku-buku itu –dan tidak tuntas– ia merasa setengah terusik, tersinggung, berdebar-debar, terangsang berpikir, tapi juga gembira. Mengapa gembira? Karena, menurut GM, “…kini datang beberapa orang atheis yang sangat fasih dengan argumen yang seperti pisau bedah. Dengan analisa yang tajam mereka menyerang semua agama, tanpa kecuali, di zaman ketika iman dikibarkan dengan rasa ketakutan, dan rasa ketakutan dengan segera diubah jadi kebencian. Dunia tak bertambah damai karenanya. Maka siapa tahu memang dunia menantikan Hitchens, Harris, dan Dawkins. Siapa tahu para atheis inilah yang akan membuat kalangan agama mengalihkan fokus mereka dan kemudian berhenti bermusuhan.”

Jadi, GM gembira karena para penganut atheis telah hadir dengan pisau argumennya yang tajam dan menyerang semua agama, sehingga kehadirannya bagaikan Imam Mahdi dalam konsep syi’ah (bukan Imam Mahdi yang disabdakan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam) atau Lia Eden, yang memang ditunggu-tunggu dunia, bahkan siapa tahu para penganut atheis itu menjadi juru damai di antara penganut agama yang ‘gemar’ bertikai satu sama lain. Begitulah kira-kira konsepsi GM, sehingga ia gembira.

Bila para penganut agama cenderung bertikai satu sama lain, sehingga suara dan kehadiran para penganut atheis menjadi perlu; maka, bila pelaku pertikaian dan sumber pertikaian itu sendiri bukan penganut agama tetapi sebuah rezim, seperti rezim Bush menyerang Iraq, menyerang Afghanistan dan sebagainya bukan atas nama agama, maka isme apa yang ditunggu-tunggu untuk besuara dan hadir?

Read more

Bukti pensyiahan Indonesia secara sistematis (bag.2)

Setelah kita hadirkan bukti bahwa anak-anak SD di Solok sudah diberi buku bacaan yang menggunakan anggaran Belanja Daerah (Pemkot Solok) dengan buku yang berjudul Qalbun Salim, yang isinya mengajarkan kepada ana-anak usia SD agar mereka mengimani imam Syiah yang dua belas yang dimulai dari Imam Ali, dan diperintah agar membenci dan memusuhi pemimpin yang tidak sah alias zhalim, mulai dari Khalfah Abu Bakar, Khalifah Umar dan Khalifah Usman, hingga Bani Umayyah (yang dimulai dari Sahabat Muawiyyah, terus termasuk khalifah Umar bin Abdul Aziz), Bani Abbasiyyah (termasuk Khalifah Harun al-Rasyid) rahimahumullah jami’an.

Anak-anak SD itu dicekoki doktrin bahwa yang mengingkari imam dua belas syiah adalah orang yang hatinya dipenuhi oleh kegelapan kekufuran dan kesyirikan.

Lalu anak-anak SD itu juga diajari agar bertaqiyyah menyembunyikan akidah syiah yang sesat ini dari kaum muslimin jika khawatir tidak baik.

Kini kita hadirkan buku ke dua dengan judul “Dosa-dosa besar”.

Perhatikan nama penulis “Prof. Dasteghib”

Sementara di buku pertama: “Abdullah Husain Dasteghib” satu penerbit , satu paket sama-sama cetak tahun 2010, tetapi penulisan nama pengarang saja jauh berbeda. Kita khawatir ini bagian dari kebodohan atau bahkan penipuan, tidak professor ditulis professor.

Alamat penerbitnya:

 

Perhatikan stempel-stempelnya:

 

Perhatikan siapa yang memutuskan?

 

Kita tidak tahu siapa yang bermain diatas. Perlu ada orang yang menyelidiki, sebab ini termasuk pengkhianatan terhadap bangsa Indonesia yang sunni.

Apa isi buku yang didoktrinkan kepada anak-anak SD?

  1. Syiah itu tidak akan masuk neraka

 

  1. Hadits itu sabda para imam ma’shum yang dua belas (Ditambah Nabi dan Fatimah), bukan sabda Rasul -Shalallahu alaihi wasalam- saja sebagaimana ahlussunnah. (banyak sekali kalimat yang semakna dengan ini) misal hal 49:

 

  1. Doktrin agar menjadi syiah sejati

 

  1. Yaitu orang-orang yang disebut dalam al-Qur`an sebagai Khairul Bariyyah (manusia terbaik)

 

 

  1. Yang beriman dengan wilayah/ imamah Syiah dijamin selamat

 

  1. Cinta ahlussunnah kepada ahlullbait tidak sah sebab tidak ikut ahlulbait (baca syiah)

    Read more

PAWAI ANTI SYIAH, BANGIL PASURUAN 1 MUHARRAM 1434 H

FOTO MASJID JAMIK BANGIL Di pagi hari jam 6 wib, kota Bangil dimeriahkan oleh pawai taaruf dari masjid Jamik Bangil. Peserta pawai berkeliling di kota bangil dengan route melewati jl.lumba2, alun-Alun, muter singopolo. Pawai ini diikuti beberapa majlis taklim aswaja (ahlussunnah waljamaah) Dan beberapa sekolah milik NU (Nahdhatul Ulama) Dan umum,yang diperkirakan 1000an orang. Terlihat … Read more

Bukti pensyiahan Indonesia secara sistematis!

(Syiah bergerilya di sumatera Barat) (bagian 1.)   Hebat dan militan! Untuk mensyiahkan bangsa Indonesia orang syiah menerbitkan buku-buku lalu disebar luaskan ke seluruh tempat yang bisa mereka jangkau. Salah satunya adalah buku-buku yang dikhususkan untuk anak SD dan secara khusus dibagikan di beberapa sekolahan di sumatera Barat. Yang ajaib, pengadaan buku syiah tersebut menggunakan … Read more

JALALUDDIN RAHMAT MELECEHKAN MAJELIS ULAMA INDONESIA

Opini KH. Ma’ruf Amin di Harian Nasional Republika tentang pengesahan MUI Pusat terhadap fatwa MUI Jatim kamis, 8 Nov 2012, mendapat balasan yang sangat pedas dari Ketua Dewan Syuro Ikatan Jamaah Ahlu Bait Indonesia, Jalaluddin Rahmat. Tokoh Syiah Indonesia tersebut menulis opini balasan pada harian Republika berikutnya dengan judul “Menyikapi Fatwa tentang Fatwa” pada hari … Read more

PASUKAN SURIA MERDEKA MEREBUT BATALION PERTAHANAN UDARA TERBESAR KEDUA DI SURIAH

Foto: unsur-unsur pasukan suria merdeka berjuang menghadapi pasukan basysyar Jumat, November 9, 2012 GenSyiah:  komite koordinasi lokal mengumumkan bahwa milisi Bashsar al-Assad yang syiah alawi itu telah memblokir seluruh pintuk masuk Damaskus, dan mengebom perkampungan-perkampungannya, dari lingkungan Kafr Sousa sampai kampong Medan, Hajar aswad, tadhamun dan Yarmouk, yang memaksa warga mengungsi dengan berjalan kaki. Menurut … Read more

PENGUNJUNG GENSYIAH.COM TERSEBAR DI 58 NEGARA

  Alhamdulillah dengan izin Allah kini pengunjung gensyiah.net telah tersebar di 58 negara di dunia. Yaitu di: 1.Indonesia 2. United States 3. (not set) 4. Malaysia 5. Saudi Arabia 6. Singapore 7. Egypt 8. Kuwait 9. Australia 10. Japan 11. South Korea 12. Norway 13. Netherlands 14. Afghanistan 15. Brunei 16. Hong Kong 17. Iran … Read more

DR. KH. Makruf Amin: Fatwa MUI Jatim Sudah Tepat!

Di Harian Republika pada hari kamis (8/11/2012), Ketua MUI Pusat, KH. Ma’ruf Amin mengatakan, “Setelah melakukan serangkaian penelitian dan berkonsultasi dengan MUI Pusat, MUI Jatim mengukuhkan fatwa serupa. Mencermati hal itu, penulis menyimpulkan, bahwa Fatwa MUI Jawa Timur tentang Syiah sudah pada tempatnya dan sesuai aturan.” KH. Ma’ruf Amin adalah ulama di MUI Pusat yang … Read more