Imam Ali: andai saja muawiyah mau menukar 1 orangnya dengan 10 syiahku

SharePara pembaca yang dimuliakan Allah, bagi anda yang berhalangan mengikuti kajian “Ahlul Bait dan Sahabat” yang bisa kita ikuti di streaming radio al Umm http://radio-alumm.binamasyarakat.com/ setiap hari kamis pukul 16.00 WIB – selesai berikut kami sampaikan sedikit rangkuman dari kami kajian Edisi 12, yang disampaikan Al Ustadz Agus Hasan Bashori, meskipun tidak sampai akhir kajian semoga yang

KEBOHONGAN-KEBOHONGAN SYIAH

Banyak berita bahwa syiah dukung hamas Dan roket yg nyerang Iran adalah buatan Iran. Ini dusta sebagaimana dustanya berita bahwa syiah anti Israel Dan amerika . Perhatikan berita Berikut sebagaimana dimuat di http://news.fimadani.com/read/2012/12/11/hamas-tidak-gunakan-roket-iran/

Dalam wawancaranya dengan Hidayatullah, Ustadz Bachtiar Natsir menjelaskan bahwa senjata roket yang digunakan oleh Hamas bukan berasal dari Iran, melainkan berasal dari produksi dalam negeri Palestina. Sedangkan yang menggunakan roket Iran adalah faksi Jihad Islam.

“Di Gaza memang ada faksi Syiah yaitu Jihad Islam. Tapi jumlah mereka kecil. Hamas paling dominan. Peran Iran di Gaza sangat kecil. Roket yang dipakai menyerang Tel Aviv oleh Izzudin Al Qassam bukanlah roket Fajar 5 milik Iran, tapi 1300 roket Hamas yang masuk ke Tel Aviv itu adalah roket Al Qassam. Roket Al Qassam hanyalah salah satu persenjataan yang teknologinya murni buatan kader-kader Hamas. Selain roket tersebut, Izzudin Al Qassam juga sudah mampu membuat granat hingga bazooka.”

Roket Iran memang ada, tapi sedikit, itupun banyak dipakai oleh Jihad Islam bukan Hamas. Hamas sudah memiliki teknologi sendiri.  Demikian penjelasannya. Berdasarkan informasi Wikipedia, jumlah milisi Jihad Islam kurang dari 1.000 personil.

Sekjen MIUMI ini mewanti-wanti media bahwa memang ada bantuan dari Iran pada Hamas, akan tetapi bantuan itu bersifat politik, sebagaimana ucapan Khalid Misy’al yang berterimakasih kepada negara-negara sosialis Kristen yang mendukung Palestina.

“Yang perlu diingat juga, Hamas menerima bantuan dari Iran bukan berarti mentolerir akidah Syiah-nya.  Kalaupun ada kesepakatan kerjasama itu hanya sebagai manuver politis bukan karena kesamaan akidah.  Satu lagi, bukan hanya Iran, orang Kristen, atheis, komunis atau apapun kalau memberi bantuan roket pasti akan diterima. Hamas juga mengapresiasi sikap Hugo Chavez dan pemimpin-pemimpin dunia yang turut mengecam arogansi Zionis-Israel.  Jadi rasa terima kasih Hamas bukan hanya ke Iran semata. Semua rasa terima kasih itu tidak lebih sebagai sebuah kepentingan politik.”

Ustadz yang memimpin lembaga Al Quran ini menekankan informasi yang benar tentang hubungan antara Palestina dan Iran.

“Sekali lagi, yang banyak menggunakan roket Iran adalah Jihad Islam bukan Hamas. Iran benar-benar memanfaatkan ini untuk pencitraan. Kita juga harus ingat bahwa Iran mendukung Bashar Al Assad di Suriah. Bashar termasuk yang menutup kantor Hamas di Damaskus. Jadi masalah Gaza juga tidak bisa dipisahkan dengan masalah Suriah.”

sebagaimana juga diberitakan di http://www.hidayatullah.com/read/26390/17/12/2012/hamas-iran-dan-kartu-penting-bernama-palestina-.html

Read more

TABLIGH AKBAR : ANCAMAN SYIAH TERHADAP NKRI

ShareHadirilah tabligh akbar: Tema : Ancaman Syiah terhadap NKRI Tempat : ICBB Islamic Pesantren Bin Baz Piungan Jogja Hari : Rabo 26 Desember 2012 waktu : 09.00 – duhur pesertA : santri aliyyah, mahasiswa dan pendengar Radio ICBB – Radio Dakwah Bin Baz 107.8 FM Yogyakarta Penceramah : Ustadz Agus Hasan Bashori Lc., M.Ag (Mudir

Jalaludin Rakhmat dan Haidar Bagir makin terkuak kesesatannya

Share Upaya dua dedengkot yang membela aliran sesat syiah ini sering mendapatkan tanggapan yang terang-terangan membuka kesesatan mereka. Syiah itu sendiri sudah sesat, ditambah dengan kesesatan pembelanya, maka tambah tampak sesatnya. Berbagai tulisan yang bernada melecehkan, menghujat dan mendiskreditkan para sahabat utama Nabi seperti dilakukan Jalaludin Rakhmat dalam karangan-karangannya tidak bisa dikatakan tidak sesat! Namun

HADIRI, TABLIGH AKBAR MEMBONGKAR KEDOK AGAMA SYI’AH

Share 1. Ustadz Dr. M. Nur Ihsan, Lc., M.A. (staff pengajara STDI Imam Syafi’i Jember). 2. Ustadz Agus Hasan Bashori, Lc., M.Ag. (mudir Ma’had ‘Aliy al-Aimmah Malang). Waktu: Ahad, 30 Desember 2012 (17 Safar 1434 Hijriyah) pukul 09.00 sampai ashar. Tempat: Masjid Jami’ al-Umm, Jl. Joyoagung No. 1, Merjosari-Malang. Disiarkan langsung melalui Radio al-Umm, 102.5

Menelanjangi Buku Syiah Karya Istri Kang Jalal

ShareJakarta (SI ONLINE) – Ruang Melati, Hotel Milenium, Tanah Abang, Jakarta Pusat terasa dingin. Pasalnya, ruangan besar berkapasitas seratusan orang itu hanya diisi sekitar tiga puluhan orang saja. Diskusi seputar Syiahlah yang akhirnya mampu menghangatkan ruangan itu, dari pagi hingga siang, Senin 17 Desember 2012. Selama setengah hari, Badan Penelitian dan Pengembangan Kementrian Agama (Balitbang

MUI Jatim tolak cabut fatwa Syiah sesat

ShareReporter : Moch. Andriansyah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur (Jatim) tidak akan mencabut fatwa dengan Nomor Keputusan 01/SKF-MUI/JTM/I/2012 tentang kesesatan ajaran Syiah di Indonesia. MUI Jatim beralasan, fatwa itu memberi pemahaman kepada masyarakat tentang ajaran Syiah. “Fatwa itu dikeluarkan melalui beberapa kajian, bukan dalam waktu singkat. Presiden saja tidak bisa mencabut fatwa itu,” tegas

MUI Usut Dugaan Adanya Tokoh Syiah Dalam Kepengurusan

ShareKETUA Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Kholil Ridwan, menjelaskan bahwa organisasinya kini sedang melakukan evaluasi atas dugaan adanya seorang tokoh Syiah dalam kepengurusan MUI pusat. Hal ini mengemuka setelah tokoh tersebut datang ke Sampang atas nama MUI pusat, mendesak dicabutnya fatwa sesat Syiah dari MUI Jatim. “Padahal dia datang bukan atas nama MUI pusat dan

Kabar gembira bagi ahlissunnah!

ShareDengan izin Allah, Al-Allamah dan marja’ Syi’I yang sudah sampai tingkat ijtihad dalam agama imamah syiah, madzhab jakfari Husain al-Muayyad, telah menyatakan keislamannya dan meninggalkan agama majusi. Dia mengunjungi Syaikh Dr. Muhammad al-Suaidi di rumahnya. Syekh Husain al-Muayyad akan tampil di TV wesal pada hari Rabo depan jam 10 malam insyaallah. Allahu akbar. Ya Allah

Pelajaran bagi syi’ah!

SharePelajaran bagi syi’ah! Kepada semua syiah yang memahami bahasa Indonesia. Kami mohon anda berpikir sejenak, merenungkan jasad yang menghitam ini. JASAD MARJAA’ SYI’I MIRZA JAWAD AL-TIBRIZI (Umur 87 tahun, guru besar di Qom Iran) Berita ini benar, meskipun baru sekarang kami sempat menyuguhkan ke hadapan Anda. Untuk konfirmasi silakan buka link ini: http://www.islammemo.cc/2006/11/15/19459.html http://www.alalam.ir/services/770194 http://www2.irib.ir/worldservice/arabicradio/pages/Gallery/special/shwlarg.asp?cd=412&pn=1

Siapa yang meloloskan buku-buku yang merusak agama anak bangsa?

Ketika kami turunkan makalah tentang pensyiahan Indonesia secara sistematis mungkin dihati kita ada tanda Tanya besar, bagaimana mungkin buku-buku syiah yang penuh dengan kesesatan tersebut bisa lolos dan bahkan resmi dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam? Marilah kita menoleh kebelakang sejenak untuk melihat siapa saja orang yang diberi wewenang ikut andil dalam menyusun kurikulum pendidikan di Indonesia?

 

Sebagaimana dimuat di Nahimunkar.com dari beritasatu.com dengan judul “Goenawan Mohammad Dilibatkan Susun Kurikulum Pelajaran Sastra” maka kita bisa menjadikannya sebagai contoh, sekali lagi sebagai contoh –sebab kita memang belum tahu siapa yang meloloskan- bahwa lolosnya buku syiah tersebut sangat mungkin jika orang-orang yang ditunjukkan untuk membentuk karakter bangsa melalui buku-buku pendidikan anak-anak bangsa ini tidak memiliki akidah yang sesuai dengan akidah al-Quran dan sunnah. Disebut di nahimunkar.com:

 

“Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Kebudayaan, Wiendu Nuryanti, mengatakan sastra akan masuk ke dalam kurikulum dan diajarkan di sekolah-sekolah.

“Bagi generasi muda, sastra itu sangat penting. Sesuai dengan apa yang disampaikan Ki Hajar Dewantara, tidak hanya olah nalar atau pikir saja yang diajarkan di sekolah. Tapi juga olah cipta dan rasa,” kata Wiendu, di Jakarta, Senin (19/11).

Saat ini Kemendikbud sedang melakukan penyusunan kurikulum dengan melibatkan para sastrawan, misalnya Goenawan Mohammad.”

mari mengenal siapa Goenawan Mohammad !

Cara Goenawan Mohamad Pemimpin Tempo Jualan Marxisme dan Merusak Agama

BAGI yang belum tahu latar belakang Goenawan Mohamad (GM), mungkin terheran-heran dengan minatnya terhadap bacaan-bacaan dan pemikiran-pemikiran yang membincangkan soal Tuhan namun dengan orientasi yang meniadakan, meragukan, dan sejenisnya.

Cobalah sesekali kunjungi situs taman kembang pete yang memuat wawancara majalah porno Playboy edisi 16 April 2007 dengan Goenawan Mohamad (GM) (http://tamankembang pete.blogspot.com/2007/04/playboy-interview-goenawan-mohamad.html). Dari wawancara itu, antara lain bisa diketahui bahwa bapaknya GM adalah seorang tokoh Marxis yang berpengaruh di Pekalongan.

GM sendiri mengakui bahwa bapaknya kiri. “Iya, Bapak saya seorang kiri. Saya terlalu kecil waktu itu untuk mengerti. Kakak saya, Kartono, cerita dalam perpustakaan bapak saya itu Karl Marx isinya. Dia aktivis politik, pelopor kemerdekaan. Dia dibuang ke Digul bersama ibu saya. Pulang, tahun 1945, Belanda datang dia ditangkap, ditembak mati. Saya umur lima tahun ketika itu.”

Bahkan, melalui wawancara majalah porno tersebut, GM memposisikan orang-orang yang berpaham komunis setara dengan yang non komunis. Menurut GM, “Saya lihat orang-orang komunis sama patriotiknya dengan yang bukan komunis, sama-sama ingin membikin Indonesia lebih baik…” Begitu kata GM.

Lain yang dikata GM lain pula dalam kenyataan. Dan ternyata, patriotisme kaum yang berpaham komunis itu ditunjukkan –setidaknya– melalui dua kali kudeta, di tahun 1948 dan 1965, membunuhi ulama; juga mengolok-olok agama dan umat beragama, sebagaimana kini dilakukan oleh sebagian anasir JIL (Jaringan Islam Liberal) dan sejumlah mahasiswa kiri di UIN/IAIN.

Dalam salah satu catatan pinggirnya berjudul Atheis (30 Juli 2007), GM seperti sedang ‘membanggakan’ kitab bacaannya yang membincangkan keberadaan tuhan, antara lain God Is Not Great: Religion Poisons Everything karya penulis Inggris bernama Christopher Hitchens yang meyakini bahwa Tuhan tidak akbar dan bahwa agama adalah racun. Masih ada beberapa buku lainnya yang dibaca GM, meski tidak tuntas.

Bagaimana kesan GM setelah membaca buku-buku –yang tidak tuntas itu? Menurut GM, “… saya telah merasa setengah terusik, tersinggung, berdebar-debar, terangsang berpikir, tapi juga gembira…”

Sebuah potret perasaan yang membingungkan, dan boleh jadi mewakili kondisi psikis GM secara keseluruhan. Kalau membaca buku-buku seperti itu membuat GM terusik, tersinggung, berdebar-debar dan sebagainya, mengapa ia menyediakan waktu khusus untuk mengunyah-ngunyah sesuatu yang tidak bermanfaat bagi dirinya dan masyarakat luas.

Bukankah akan lebih baik energi dan kekuatan berfikir GM dicurahkan membaca-baca buku bermanfaat, seperti cara menanam tomat yang baik, cara menanam padi yang baik, kemudian ditulis di majalahnya untuk dibaca dan diterapkan oleh orang lain?

Tapi, itu merupakan pilihan GM membaca buku-buku yang tidak ada manfaatnya bagi rakyat kebanyakan. Meski, GM setelah membaca buku-buku itu –dan tidak tuntas– ia merasa setengah terusik, tersinggung, berdebar-debar, terangsang berpikir, tapi juga gembira. Mengapa gembira? Karena, menurut GM, “…kini datang beberapa orang atheis yang sangat fasih dengan argumen yang seperti pisau bedah. Dengan analisa yang tajam mereka menyerang semua agama, tanpa kecuali, di zaman ketika iman dikibarkan dengan rasa ketakutan, dan rasa ketakutan dengan segera diubah jadi kebencian. Dunia tak bertambah damai karenanya. Maka siapa tahu memang dunia menantikan Hitchens, Harris, dan Dawkins. Siapa tahu para atheis inilah yang akan membuat kalangan agama mengalihkan fokus mereka dan kemudian berhenti bermusuhan.”

Jadi, GM gembira karena para penganut atheis telah hadir dengan pisau argumennya yang tajam dan menyerang semua agama, sehingga kehadirannya bagaikan Imam Mahdi dalam konsep syi’ah (bukan Imam Mahdi yang disabdakan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam) atau Lia Eden, yang memang ditunggu-tunggu dunia, bahkan siapa tahu para penganut atheis itu menjadi juru damai di antara penganut agama yang ‘gemar’ bertikai satu sama lain. Begitulah kira-kira konsepsi GM, sehingga ia gembira.

Bila para penganut agama cenderung bertikai satu sama lain, sehingga suara dan kehadiran para penganut atheis menjadi perlu; maka, bila pelaku pertikaian dan sumber pertikaian itu sendiri bukan penganut agama tetapi sebuah rezim, seperti rezim Bush menyerang Iraq, menyerang Afghanistan dan sebagainya bukan atas nama agama, maka isme apa yang ditunggu-tunggu untuk besuara dan hadir?

Read more

YANG BERTANGGUNGJAWAB ATAS TERBUNUHNYA IMAM HUSAIN!

ShareAbu Hamzah Yang bertanggung jawab atas terbunuhnya Imam Husain  dan ahlulbait lainnya ada banyak pihak, antara lain: Penduduk Kufah Penduduk kufah lah yang menulis 500 surat kepada Imam Husain yang ada di Madinah agar datang ke Kufah untuk dinobatkan sebagai Imam hingga Imam Husain jadi berangkat padahal sudah diperingatkan oleh para sahabat. Setelah Ibnu