GELOMBANG 2000 IMIGRAN SYIAH MENGERIKAN!

waspada syi’ah semakin menyebar…. Balikpapan kedatangan lebih dari 300 pencari suaka yang mengaku dr Afganistan semenjak bulan Februari 2014 dengan beberapa gelombang. Mereka mengaku pelarian dari Afganistan karena penindasan pemerintahan di sana. Namun anehnya tidak ada satupun dari mereka yang membawa identitas dari negara mereka. Hanya beberapa orang saja yang memiliki pasport.Yang lebih anehnya lagi … Read more

BUKAN HANYA BULAN SABIT SYIAH .. IRAN JUSTRU AKAN MEMBANGUN BULAN PURNAMA SYIAH!

ruhani

Diterbitkan: Selasa, 2 Desember, 2014

Gensyiah: Seorang penulis dan mantan pengamat internasional Aljazair Anwar Malek berkata: bahwa Iran telah bekerja dan terus berjuang untuk mengubah Arab Spring (musim semi Arab, yaitu sebutan untuk kebangkitan Islam di kawasan Arab, melawan kezhaliman) berubah menjadi Persia Spring (musim semi Persia) di kawasan Arab.

Malik menambahkan bahwa ini adalah apa yang telah mengubah musim semi Arab ( kebangkitan Islam )  menjadi perang sektarian (perang antar kelompok) karena Minyak Iran, yang menerima dukungan dari Zionis dan negara-negara besar karena berbagai alasan, bukan disini tempat memaparkannya.


Dalam sebuah artikelnya di
Kholij Online, penulis Aljazair itu mengatakan: Inilah yang terjadi di Suriah, di mana di sana ada gerakan rakyat melawan tirani dan kezhaliman, akan tetapi intervensi Iran yang sudah ada sejak era Hafez al-Assad, menenggelamkan revolusi rakyat sunni kedalam kubangan terorisme, dan intelijen Khamenei bekerja untuk mengubah menjadi perang sektarian yang kotor. Ini semua hanyalah untuk melindungi proyek bulan sabit syiahnya, yang pecah dan patah di tengahnya.

Read more

Tokoh Syiah dan Sikapnya Pada Ulama Sunni

Selasa, 2 Desember 2014 – 07:54 WIB Imam Al Ghazali, bahkan pendiri NU KH Hasyim Asy’ari dikenal tegas sikapnya terhadap Syiah, apakah layak disebut badut dan orang yang kuper? FUUI dan deklarasi Anti Syiah di Bandung Oleh: Kholili Hasib SEJAK dikeluarkan buku panduan berjudul “Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syi’ah di Indonesia” yang diterbitkan Majelis Ulama … Read more

pemuda Muslim asal Garut diintimidasi 5 orang Syiah

Islamedia.co –  Arogansi aliran sesat Syiah di Indonesia semakin menjadi, terlebih setelah Pimpinanya Jalaludin Rahmat menjadi anggota DPR RI dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Sumber radioelnury.com memaparkan salah satu tindakan arogansi kelompok sesat ini. Tepatnya pada hari Rabu (12/11), seorang pemuda Muslim asal Garut diintimidasi 5 orang Syiah hanya karena mengkritik pemahaman Syiah yang aneh … Read more

Bedah Buku “Menuntun Syi’ah Ke jalan yang benar”

HARI/TANGGAL: Ahad, 7 Shofar 1436 H/ 30 Nopember 2014 WAKTU:  – Sesi 1 : pukul 12-30-Ashar BERSAMA: Ustadz Agus Hasan Bashori Lc.,M.Ag “Bedah Buku Menuntun Syi’ah Ke Jalan Yang Benar”  – Sesi 2 : Ba’da Ashar – 17.30 BERSAMA : Ustadz Fakhruddin Nu’man Lc. “Tragedi Akhir Zaman dan Solusinya” TEMPAT: Masjid Jami’ Baitul Huda Jl. … Read more

Dubes Iran Gandeng UIN Malang

MALANG KOTA– Gaung nama Universitas Islam Negeri (UIN) Malang kian jadi perhatian dunia. Salah satu negara muslim yang menggandeng UIN adalah Iran. UIN Malang dijadikan pilihan karena kampus Islam yang berada di Jalan Gajayana ini dianggap berpotensi besar menjadi World Class University. Bentuk kerja sama itu sudah dituangkan dalam MoU (memorandum of understanding) yang dilakukan … Read more

Izin Tamu Internasional Ceramah Di Masjid Istiqlal Wewenang Kemenag

Menurut Kiai Musthofa Ya’kub, kasus ulama Syiah ini bukan kasus pertama kali. Bahkan sudah terjadi beberapa kali

Izin Tamu Internasional Ceramah Di Masjid Istiqlal Wewenang Kemenag

Ceramah tokoh Syiah di Masjid Istiqlal yang menjadi perbincangan masyarakat

Hidayatullah.com- Lolosnya ulama Syiah asal Iran berceramah di Masjid Istiqlal hari Jum’at (21/11/2014) dinilai karena ada keikutsertaan dari pihak Kementerian Agama (Kemenag) RI terkait pemberian izin.

Sebab kewenangan untuk memberikan izin kepada seluruh tamu internasional (termasuk ulama Syi’ah Iran, red) untuk berceramah di Masjid Istiqlal Jakarta dipegang oleh Ketua Badan Pengelola Pelaksana Masjid Istiqlal di mana kewenangannya langsung di bawah pengawasan Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI).

Indikasi ini berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, Dr. Ali Musthofa Ya’qub kepada hidayatullah.com Sabtu (22/11/2014) pagi saat dikonfirmasi terkait ceramah ulama Syi’ah dari Iran yang kini menjadi perbincangan masyarakat di jejaring sosial. [Baca: KH Ali Musthofa Ya’qub: Ceramah Ulama Syi’ah Di Istiqlal Bisa Bahayakan Umat dan NKRI]

Read more

Muktamar Syiah di Kementerian Agama Menyakiti Umat Islam

Penyelenggaraan Muktamar ABI di Kementerian Agama pada 14 November 2014 dinilai menyakiti umat Islam dan mendapatkan penolakan dari Umat Islam dan Ormas Islam. Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) mengatakan, Muktamar ABI Ke-II di atas, dengan menggunakan fasilitas Kemenag adalah bagian dari legitimasi ajaran sesat Syiah, sebagaimana telah difatwakan Majelis Ulama Indonesia. “Kita tau, … Read more

Syiah Dalam Pandangan Prof. Rasjidi (2)

Setelah memaparkan asal-usul Syiah dengan singkat, padat dan akurat, kini Prof. Rasjidi melanjutkan pembahasannya pada aspek perpecahan yang terjadi pada internal Syiah disertai penyebabnya. Menurut peletak dasar Kementrian Agama ini, golongan Syiah tidak merupakan satu kesatuan alias bercerai berai antara satu dengan lainnya, penyebabnya adalah (1) karena mereka berbeda dalam ajaran-ajarannya, ada yang mendewa-dewakan para … Read more

Syiah dalam Pandangan Prof. Dr. H. M. Rasjidi (1)

Prof. DR. H. Mohamad Rasjidi, selanjutnya disebut Rasjidi, lahir di Kotagede Yogyakarta 20 Mei 1915 dan meninggal dunia pada 30 Januari 2001. Ia menempuh sekolah dasar di Muhammadiyah Yogyakarta, kemudian melanjutkan sekolah menengahnya di perguruan Al Irsyad al Islamiyah, Malang, dibawah bimbingan dan asuhan Syekh Ahmad Surkati. Semangat mencari ilmunya makin tinggi, karena yang mengajar … Read more

MENTERI AGAMA MENDUKUNG PROYEK SYIAH DI INDONESIA ? BAG.2

syiahmenurutsyiahDi pengantar Menteri Agama terhadap buku Syiah menurut Syiah ada banyak keganjilan dan kejanggalan. Artinya, sekelas menteri agama yang muslim seharusnya mencerminkan keislaman yang bagus, namun yang ada, semakin kita resapi ternyata nafas liberalism dan pluralism sangat kental. Apakah dituliskan oleh pluralis? atau oleh syiah tim penulis buku? Wallahu a’lam. Yang jelas kita sadar bahwa mentri agama adalah pejabat politik tidak harus faham agama.

 2 kejanggalan sudah kami sebutkan di makalah pertama. Sekarang kita lanjutkan dengan yang lain:

1. Di halaman (i) disebutkan:
“Menjadi sunni, syiah dan lain sebagainya……karena kehendak-Nya. Nyaris manusia tidak terlibat sama sekali di dalamnya.”
Ini adalah ucapan Jabariyyah musyrikah. Persis seperti yang diabadikan oleh Allah dalam al-Qur`an surat al an’am 148:

 

سَيَقُولُ الَّذِينَ أَشْرَكُوا لَوْ شَاءَ اللَّهُ مَا أَشْرَكْنَا وَلَا آبَاؤُنَا وَلَا حَرَّمْنَا مِنْ شَيْءٍ كَذَلِكَ كَذَّبَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ حَتَّى ذَاقُوا بَأْسَنَا قُلْ هَلْ عِنْدَكُمْ مِنْ عِلْمٍ فَتُخْرِجُوهُ لَنَا إِنْ تَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ وَإِنْ أَنْتُمْ إِلَّا تَخْرُصُونَ  148

“Orang-orang yang mempersekutukan Tuhan, akan mengatakan:  “Jika Allah menghendaki, niscaya kami dan bapak-bapak kami tidak mempersekutukan-Nya dan tidak (pula) kami mengharamkan barang sesuatu apapun.” Demikian pulalah orang-orang sebelum mereka telah mendustakan (para rasul) sampai mereka merasakan siksaan Kami. Katakanlah: “Adakah kamu mempunyai sesuatu pengetahuan sehingga dapat kamu mengemukakannya kepada Kami?” Kamu tidak mengikuti kecuali persangkaan belaka, dan kamu tidak lain hanyalah berdusta.”

 Luar biasa, ucapan kaum musyrik jabariyyah yang sudah dibatalkan oleh Allah sejak 1400 tahun lalu masih diulang-ulang oleh kaum liberal hari ini, dan ironisnya mereka mengatakan ini adalah pikiran maju dan modern!

 Mereka seolah mengatakan: “Ya Allah kami sunni, kami syi’i, kami liberal , kami komunis, dan lainnya, itu semua adalah takdir-Mu dan kodrat-Mu ya Allah. Seandainya Engkau tidak meridhai hal ini niscaya Engkau tidak membiarkannya dan tidak menakdirkannya. Karena Engkau membiarkannya dan menakdirkannya berarti Engkau meridhainya!!” persis ucapan musyriq quraisy yang jabariyyah, yang menyembah berhala dan mengharamkan onta dengan sifat-sifat tertentu yang mereka sebut Bahirah, Saibah, Washilah dan ham, lalu berkata: “Jika Allah menghendaki, niscaya kami dan bapak-bapak kami tidak mempersekutukan-Nya dan tidak (pula) kami mengharamkan barang sesuatu apapun. Karena Allah menghendaki kami dan bapak kami mempersekutukan-Nya dan mengharamkan hewan dengan model tertentu maka ini menunjukkan kalau Allah ridha dengan kami dan kesyirikan kami”. Masyaallah, subhanallah. Alangkah miripnya dua ucapan ini. Na’udzu billah minal khudzlan.

2. Di halaman (ii) di alinea 2 ditulis:

“umat Islam Indonesia…..terusun dalam Bangunan social  yang potensial bisa retak. Ini disebabkan antara lain  karena masih ada dari mereka  yang terlalu terbenam dalam kesadaran masa lalu.”

Read more