Gensyiah: Kamis 7 mei 2015
Karena serangan negara-negara teluk melumpuhkan kekuatan militer syiah Yaman dukungan Iran serta kekuatan mantan presiden ali Abdullah shalih, maka mereka bertindak membabi buta dengan melakukan pembantaian terhadap warga sipil yaman, termasuk para pengungsi, kaum wanita dan anak-anak.
Pemerintah Yaman meminta masyarakat dunia untuk segera turun tangan untuk menyelamatkan Aden dan Taiz dari kebengisan kelompok teroris Khoutsi.
Setelah pembantaian kampung al-tawahi yang jumlah korbannya meningkat menjadi 86 orang Yaman mengirimkan surat kepada PBB melalui duta besarnya yang ada di PBB, Khalid al-yamani. Dia menjelaskan kejahatan khoutsi dalam membunuh warga yang tidak berdosa dan menghalang-halangi petugas medis. Dia meminta agar dunia turun tangan. Dia menegaskan bahwa pemerintah yaman akan berjuang sekuat tenaga untuk menyeret pemimpin khoutsi dan tentara yang pro ali Abdullah shalih ke pengadilan dunia sebagai penjahat perang.
Begitu pula mentri luar negri yaman Dr. Riyadh yasin dalam jumpa pers di Riyadh menyampaikan permintaan warga Aden kepada Raja Salman agar menyelamatkan Aden Yaman dari pemberontak khoutsi yang membabi buta.
Riyadh yamani meminta negara-negara Teluk segera turun tangan untuk melindungi warga sipil yaman dari kejahatan pemberontak.


ASSALAMUALAIKUM
Pemerintahan di Yaman dikuasai oleh Kaum Nasionalis. Kaum Syiah tidak diberikah hak, sehinga Kaum Syiah tidak mempunyai wakil mereka di DPR Yaman. Pemberontakan di Yaman sama dengan pemberotakan DI-TII (Darul Islam dan Tentara Islam Indonesia) ketika President Soekarno berkuasa setelah Republik Indonesia merdeka. DI-TII tidak mendapatkan suara di DPR, karena hampir semua anggota DPR pada waktu itu adalah orang2 Nasionalis dan orang2 Komunis. Jika Kaum Syiah diberikan hak untuk berbicara mereka tidak akan berontak di Yaman