sahabat Nabi -shalallahu alaihi wa salam- adalah orang yang bertemu Nabi -shalallahu alaihi wa salam- dalam keadaan mukmin dan meninggal dalam keadaan mukmin, bukan munafik bukan murtad.
Sahabat muawiyyah berijtihad : menuntut qishash pembunuh khalifah Usman, dan khalifah ali berijtihad merasa dia khalifah dan meminta dibaiat dulu lalu memerangi para pembunuh bersama-sama. Muawiyyah sebagai keluarga Khalifah Usman, dan dia merasa punya pasukan kuat yang mampu menyeret pembunuh usman memandang “ qishash dulu baru baiat†jadi mereka berdua berijtihad, lalu para pembunuh tidak ingin mereka berdua bersatu sehingga mereka bikin kacau, maka terjadilah perang fitnah.
Maka jika ada ucapan bahwa sahabat muawiyyah memusuhi sayyidina ali dan memuat makar adalah ucapan yang biasa digunakan oleh ahli bid’ah yang sesat dari al-Quran, sunnah dan sejarah.
Dari Ibnu Tharif dan Ibnu Alwan dari Ja’far dari ayahnya, bahwa Ali mengatakan pada pasukannya :
Kami tidak memerangi mereka karena mereka kafir, juga bukan karena mereka menganggap kami kafir, tetapi merasa kamilah yang benar, mereka pun demikian (Biharul Anwar jilid 32 hal 321-330, Bab hukum memerangi Amirul Mukminin Ali. Riwayat ini diriwayatkan juga oleh Himyari dari kitab Qurbul Isnad hal 45. )
Ketahuilah bahwa sahabat muawiyyah adalah tabir penutup para sahabat Nabi Muhammad saw, jika dia disingkap (dikritik dan dipermasalhakn) maka akan lancang atau lebih berani mempermasalahkan di balik itu. Sebagaimana ucapan al-Rabi’ al-Halabi.
(وقال الربيع الØÙ„بي : معاوية ستر Ù„Ø£ØµØØ§Ø¨ Ù…ØÙ…د صلى الله عليه وسلم ØŒ ÙØ¥Ø°Ø§ كش٠الرجل الستر اجترأ على ما وراءه . أخرجه ابن كثير ÙÙŠ †البداية والنهاية †(8/139 .
“Muawiyyah adalah Tameng bagi para sahabat Nabi lainnya, jika dia disingkap maka akan berani merambah yang dibelakangnya.â€
Oleh karena membela muawiyyah adalah membela para sahabat Nabi saw, dan membela Islam, dan mengkritik muawiyyah adalah mencela Nabi saw dan mencela Islam.
Abdullah bin Mubarak, seorang ulama besar yang sekaligus dikenal dengan jihadnya, Â ditanya: “Mana yang lebih utama? Muawiyah atau Umar bin Abdul Aziz?” Beliau menjawab:
“Debu yang masuk ke hidung Muawiyah saat berperang bersama Rasulullah, lebih baik dari Umar (bin Abdul Aziz) seribu kali.
Muawiyah pernah shalat di belakang Rasulullah , dan Rasulullah  berkata: Sami’allahu liman hamidah, lalu Muawiyah berkata: Rabbana walakal Hamd. Apa yang lebih utama dari ini?” (Wafayat Al A’yan, jilid 3 hal 33.)
sahabat Nabi yang besar, penulis wahyu, Ipar Nabi -Shalallahu alaihi wasalam- dan  raja islam yang agung; Muawiyyah bin abi sufyan
Nabi -Shalallahu alaihi wasalam- menyebutkan keutamaan sahabat muawiyyah dalam banyak hadits yang masyhur, sebagiannya ada di shahih Bukhari dan shahih Muslim. Ibnu Asakir berkata: yang paling shahih dalam keutamaan sahabat muawiyyah adalah hadits Abu Hamzah dari Ibnu Abbas bahwa dia (Muawiyah) adalah juru tulis Nabi -Shalallahu alaihi wasalam- sejak dia masuk Islam (HR. Muslim) dan setelah itu hadits al-Irbadh:
للهم علمه الكتاب.
“Ya Allah ajari dia al-Qur`anâ€
dan setelah itu hadits ibnu abi amirah:
اللهم اجعله هاديا مهديا
Ya Allah Jadikanlah ia orang yang memberi petunjuk dan mendapatkan petunjuk.â€
maka siapa yang melaknat sahabat Muawiyyah berarti melaknat Nabi dan al-Qur`an.
kepada para pecinta sahabat Muawiyyah ataupun kepada para pembenci muawiyah -Radiallahuanhu- kami nasehatkan anda agar membaca makalah-makalah berikut ini:
1. ” شبهات وأباطيل ØÙˆÙ„ معاوية بن أبي سÙيان رضي الله عنهما ” .
2. ” سل السÙّنان ÙÙŠ الذب عن معاوية بن أبي سÙيان رضي الله عنه ” .
3. ” من ÙØ¶Ø§Ø¦Ù„ وأخبار معاوية بن أبي سÙيان رضي الله عنه ” .
4. ” Ø§Ù„Ø£ØØ§Ø¯ÙŠØ« النبوية ÙÙŠ ÙØ¶Ø§Ø¦Ù„ معاوية بن أبي سÙيان ” .
05 “أمير المؤمنين معاوية بن أبي سÙيان” ØŒ Ù…ØÙ…د مال الله ØŒ وهو كتاب مهم جمعه من كلام شيخ الإسلام ابن تيمية ØŒ ورتبه وعلق عليه .
كما ننصØÙƒ بقراءة كتاب ابن العربي المالكي ” العواصم من القواصم ” ØŒ وكتاب ” منهاج السنة النوية ” لشيخ الإسلام ابن تيمية .
Hebat, saya salut dengan penguraian Gensyiah.
Yang menganggap Muawiyah Tuhan WAHABI
1. Abu Sufyan and Family masuk islam setelah penaklukkan Mekkah, maka mereka disebut para TULAQAH !
2. Ayahnya Abu Sufyan dan Muawiyah sangat keras memerangi Rasulullah Ibunya Muawiyah Hindun Sang Pemakan Hati (yg membelah jasad Sayidina Hamzah RA utk dimakan hatinya, lihat perang uhud).
3. Memerintah pasukan Syam utk memerangi ‘Ali Khalifah bai’at Umat Islam, (lihat PErang Shifin)
4. Meracuni Cucu Nabi Al-Hasan, sang wanita yg meracuni dijanjikan utk dikawinkan dengan Yazid.
5. Anaknya TErlaknat Yazid bin Muawiyah membunuh Cucu Rasulullah SAW Al-Husein RA.
6. Ulama2 WAHABI dan para pengikutnya membenci Rasulullah SAW dengan mengatakan bahwa Rasulullah seorang ABTAR (terputus).
7. WAHABI mengatakan bahwa ORANG TUA RASULULLAH KAFIR
TERLALU BANYAK KEJAHATAN dalam Agama Islam yg Kalian Racun !!!!
Anda- anda Khawarij Salafi Wahabi, ingin membangun Daulah SUFYANI salah satu berita kemunculan Daulah Dajal.
Kecintaan kalian Kepada Keluarga Muawiyah bukti bahwa kalian Menjadikan Muawiyah Tuhan kalian, Yazid Nabi Kalian, Muhammad bin Abdul Wahab Imam Kalian dan menjadikan WAHABI SEBAGAI RESMI AGAMA KALAIAN.
Yang komen di atas pasti Syi’ah TULEN..Innalillahi wainaillaihi rojiuun..
1). Orang yg masuk Islam ada beberapa kriteria:
a. Karena yakin kebenaran yang dapat diterima akal dan di yakini dengan hati.
b. orang yg masuk islam karena kecemasan dan rasa takut, akal mereka tidak mampu membuktikan kebenaran islam dan hati mereka tidak tunduk kepada nilai-nilai islam namun pengakuan keislaman hanya di permukaan namun tidak memerangi islam.
c. seperti pada kriteria b namun mereka mengambil keuntungan dari pengakuan keislaman itu (tendensi politik).
2). tidak perlu utk diterangkan bagaimana keluarga munafik ini membenci Rasulullah dan keluarga beliau.
3). anda mau menulis apa tentang sejarah perang Shifin yg ribuan orang muslim terbunuh dan berakhir dengan tahkim al-qur’an. apakah dalam tulisan yang akan anda buat alasan perang shifin bahwa muawiyah memerangi Ali utk minta pembunuh Usman di hukum (qisas) atau anda punya sejarah yg telah anda siapkan untuk meng-counter- sejarah yg telah terjadi dimana sejarah ini telah ditulis ahli-ahli sejarah terdahulu atau anda ingin membelokkan sejarah dengan mengesampingkan nilai-nilai objektivitas penulisan dgn membuang, menyisipkan serta menghapus fakta2 yg terjadi(yg biasa dilakukan oleh agama wahabi).
4). tidak usah anda ingin menggurui manusia utk bertobat, anda sendiri yg perlu koreksi diri anda, apakah syurga dan neraka itu milik anda dan saudara anda atau ulama2 anda, sehingga mulut berbisa yg selalu men-TAKFIR-kan kesana kesini sesat, bid’ah dan kafir selain agama wahabi…..
5). anda baca bagaimana fatwa2 ulama agama Wahabi tentang kedudukan Yazid bin Muawiyah salah satunya fatwa rujukkan kaum wahabi yaitu seorang cucu dari pendiri agama wahabi mufti arab saudi sheikh abdul aziz yang mana ia memfatwakan bahwa Yazid bin muawiyah adalah khalifah yg sah dan wajib utk diikuti. lihat http://www.youtube.com/watch?v=7E3qxLUM4Rk (kalau anda pandai bahasa arab atau inggris kalau tidak anda cari penterjemah/ nanti saya artikan).
6). saya ini sering komunikasi dengan orang agama wahabi men, jadi anda jgn coba berputar2 dan berdalih.
7). anda harus banya belajar ttg sejarah Rasulullah SAW, jgn dari wahabi. tidak satupun hadist yg keluar “dari mulut rasulullah” ttg kekafiran kedua orang Tuanya, kecuali mereka yg dibayar oleh keluarga muawiyah yg menisbahkan perkatan kotor mereka dari mulut Rasulullah.
……..terima kasih atas nasehat anda, yg saya tulis ini karena kewajiban ilmu utk disebarkan agar para pengkhianat ilmu tidak mencoreng muka islam hanya karena riyal-riyal saudi.
untuk admin GENSyiah yg semakin LUcu.
1. ucapan anda lucu
2. sudah siap dengan manipulasi sejarah!!!!!
3. logika atau ilmu mantiq anda terlalu di paksakan sehingga mengesampingkan etika ilmu pengetahuan.
4. lain kali anda banyak belajar sejarah islam dan objektiflah dalam membahas bidang ilmu, jangan karena riyal dan kebencian anda hingga mempengaruhi cara penilaian anda terhadap fakta sejarah yg telah terjadi.
5. bagus buku putih mazhab Syiah, penuh dalil yg argumentatif, hanya anda saja yg kacau dalam berfikir.
Saya kira apa yang diungkapkan pa Irvhan benar .. dalam berbagai literatur kuno yang belum di tahrif tidak ada satupun ulama salaf yang berada di belakang Muawiyah bin Abu Sufyan .. mereka di belakang Sayyidina Ali bin Abi Thalib Karamallohuwajhah :-) demikian yang saya kaji dari ulama-ulama kami golongan Ahlussunnah Wal Jama’ah Madzhab Syafi’i
@Admin Gensyiah, tidak usah diladeni syii ini. Syii ini tidak ada ilmu nya sama sekali. Biarkan saja anjing mengonggong.
@irvhan, tidak usah banyak nulis komen ngalor ngidul, lo bantah aja artikel diatas, namun bantahan lo itu yg ilmiah (berilmu) jgn retorika (ngalor ngidul) dan cacian.
Kalo memang bantahan lo benar (sesuai al qur’an dan sunnah shahihah), maka admin gensyiah harus rujuk. Namun jika lo tidak mampu membantah, maka lo harus rujuk. Gimana, gitu aja kok repot !!!
Maaf jika ikut berdiskusi. Terkait dengan definisi sahabat apakah benar semua sahabat itu adil ? Karena di Surat At-Taubah (101) disebutkan ada juga orang-orang di sekeliling Rasul yang munafik. Dalam beberapa riwayat saya pernah membaca Muawiyah memerintahkan agar di setiap mimbar Jumat diharuskan melaknat Ali kw. Bukankah hal ini sesuai dengan surat tersebut.
Sy bingung dengan istilah ijtihad. Disebutkan bahwa Muawiyah dan Ali sama-sama sedang berijtihad dan musuh menyusup sehingga terjadilah fitnah. Ijtihad menurut sy adalah menetapkan suatu hukum terhadap suatu fakta. Tetapi jika efeknya sampai berbunuh-bunuhan dan pihak satu saling menyerang pihak lainnya, sy lebih melihat sebagai permusuhan. Sy pernah ditertawakan oleh teman sy yang nasrani mengenai ini. Ia mengatakan apakah jaman dulu selepas Rasul wafat untuk menghukumi suatu fakta harus timbul pertumpahan darah terlebih dahulu ?
Mohon pencerahannya.
Maaf sekali lagi sy harus bertanya. Maklum sy dari keluarga sekuler yang tidak pernah mengajarkan Islam. Sy cenderung berpikir secara rasional, jadi maaf jika banyak tanya dan merepotkan. Anda mengatakan : “Sahabat Ali dan sahabat Muawiyyah sama-sama berusaha dan bermaksud untuk menjalankan perintah Allah tetapi kesimpulan hukum yang diambilnya berbeda, inilah namanya ijtihad”. Sy bingung dengan hal itu. Bagaimana mungkin keduanya mengambil dari sumber yang sama yaitu “perintah Allah” tetapi hasilnya atau kesimpulannya berbeda ? Apakah kesimpulan dari kedua orang ini sama2 benar ? Kalau kesimpulannya sama2 benar, maka mengapa mereka saling mengangkat senjata satu sama lain dan saling membunuh ? Bukankah Allah pernah berfirman dilarang membunuh orang-orang yang tidak berhak dibunuh apalagi mereka sama2 sahabat Nabi SAW.
Lalu, apakah begitu juga yang terjadi di Karbala ketika Husein cucu Nabi dibantai disana ? Apakah itu bentuk ijtihad juga ? Lalu yang terjadi pada Umar, Utsman dan Ali sendiri yang semuanya dibunuh ? Apakah itu juga dikatakan sebagai bentuk ijtihad ?
Maaf jika pertanyaan2 sy merepotkan.
assalamualaykum…afwan akhi…
kesimpulannya paham syiah ini sebenernya titik munculnya dari mana ya? tolong penjelasan yg runut…afwan jika merepotkan,ana tertarik banget dengan pendalaman pengetahuan gensyiah…jazakumullah khairon katsiro
Wahai rafidhah, telah nyata kebenaran meskipun kalian berusaha keras menutupinya! Di sisi kami telah ada sahabat-sahabat nabi yang semuanya dalam tingkatan yang sama dalam hal: ilmu, taqwa, wara’ dan zuhud, as sabiqunal awwalun dan yang kalian thulaqo, semuanya paham kitabulloh, hafal seluruh ayat Qur’an, mengetahui dengan persis asbabun nuzul sebuah ayat–menguasai tafsir muhkamat dan muhtasyabihat, serta mengetahui dengan pasti asbabun wurud hadits dari lisan Rasululloh saw. Merekalah bintang yang senantiasa memancar dan tak akan pernah meredup.
Seluruh sahabat, tabi’in, tabi’it tabi’in, tabi’it tabi’it tabi’in adalah figur-figur adil yang keseluruhan mereka dalam tingkatan yang sama sejajar dalam hal: ilmu, taqwa, wara’ dan zuhud. Ilmu mereka setingkat, ketaqwaan mereka selevel, kewira’ian mereka dan kezuhudan mereka sederajat. Fakta logis yang sedemikian terang benderang seperti ini pun tak bisa kalian mengerti, rafidhah!! Penjelasan yang tunduk pada hukum-hukum logika rasional dan masuk akal seperti ini tidak juga kalian pahami, lalu kebenaran seperti apalagi yang hendak kalian cari???
Ya sangat jelas orang yg “masuk” Islam setelah futuh Mekkah sangat berbeda dg org yg masuk islam sebelum futuh Mekkah dan ini menunjukkan tingkat keimanan yg paling rendah bahkan menunjukkan keterpaksaan atau pura2 masuk Islam. Terbukti setelah Nabi wafat Muawiyah melakukan pemberontakan terhadap Khalifah yg sah dan membuat hadis2 palsu pd saat yg sama membakar hadis2 sahih, serta mengubah kekhalifahan menjadi dinasti. Seribu satu usaha untuk menutup-nutupi “andil” Muawiyah dalam menghancurkan Islam dari dalam adalah usaha yg sia-sia, krna sangat banyak riwayat dan bukti sejarah yg membuktikan hal itu.
Dari segi nashab pun Muawiyah tdk jelas bapaknya, krn Hindun itu kabarnya seorang yg doyan berganti-ganti pasangan