Abu Hamzah
Yusuf al-Bahrani (1107-1186 H) marja’ Syiah yang dikenal dengan nama “Shahib al-Hadaiq” (pemilik kitab al-Hadai` al-Nadhirah Fi Ahkam al-‘Itrah al-Thahirah. Termasuk tokoh Syiah aliran Akhbariyyah, bukan Ushuliyyah, tetapi kedua aliran ini sama-sama mengagungkan kitab Nahj al-Balaghah, karena sama-sama Syiah Imamiyyah al-Ja’fariyyah.
Dalam kitabnya yang berjudul Anis al-Musafir wa Jalis al-Hadhir yang lebih dikenal dengan nama al-Kasykul, dia mengkafirkan Khalifah Abu Bakar (Jilid 2, hal, 6-8), dan Khalifah Umar (2/15), menyebut dua Imam dan Dua Khalifah yang agung itu dengan julukan al-Jibt (setan) dan Thaghut (berhala).
Ketika Imam Syafi’I menyatakan cintanya kepada Abu Bakar dan Ali, Sahabat dan Ahlul Bait maka dia menyerang Imam Syafii.
Halaman 116
Halaman 117
Perhatikan di halaman 117 ini dia berkata membantah Imam Syafii
“Kamu berdusta dalam klaimmu wahai syafii
Semoga laknat Allah atas pendusta”
Terus di bait ketiga:
Kami menyembah setan dan berhala
Bukan tuhan Esa yang wajib
Pada bait ke 4, Imam Syafi’I dijuluki nashibi (Musuh Ahalul Bait), = ya hukumnya kafir.
Di bait ke enam, imam Syafi’i disebut mencintai musuh imam Ali , baik yang menyeret perang (Aisyah, Thalhah, Zubair, Muawiyah) maupun yang merampas khilafah (Abu Bakar, Umar, Usman)
terakhir (ke 8) dijelaskan bahwa cinta Imam Ali syaratnya wajib membenci musuh-musuhnya
maka waspadalah wahai umat islam Indonesia.


