Didatangi Imigran Syiah, MUI hingga DPRD Balikpapan Adakan Pertemuan Khusus

ALHIKMAH.CO–Sekretaris MUI Kota Balikpapan, Drs. HM. Jaelani mengungkapkan, belakangan ini situasi kondusif kota Balikpapan jadi terusik dengan adanya desas-desus imigran syiah Ia meminta semua elemen termasuk Pemerintah Kota Balikpapan agar harus merepon hal ini. “Saat ini pemerintah Balikpapan telah ikut terlibat membicarakan masalah ini, begitu juga anggota DPR dan tokoh-tokoh Islam. Apalagi, sekarang broadcast-broadcast di … Read more

video: 3 anak para imam syiah menjadi ahlussunnah di tengah Iran

gensyiah 5 desember 2014. alhamdulillah 3 anak imam Syiah di tengah Iran bertaubat meninggalkan syiahnya menuju ahlussunnah setelah mengetahui kebenaran sunnah. semua usaha untuk mengembalikan mereka kepada syiah tidak berhasil, akhirnya mereka meningkap ketiga anak tersebut dan dimasukkan ke dalam penjara. sungguh sebaik-baik apa yang dilakukan oleh 3 pemuda tadi dan seburuk-buruk apa yang dilakukan … Read more

Pengakuan Aparat: Imigran Bisa Naik Pesawat, Teriak “Ya Husein, Ya Husein”

Para pencari suaka tidak ada satupun dari mereka membawa identitas, semuanya usia muda dan produktif. Dalam perayaan Asyuro ramai-ramai meneriakkan “Ya Husein, Ya Husein” ISTIMEWA cerita Ahmad: Saat peringatan Asyuro, mereka teriak “Ya Husein, Ya Husein”   Hidayatullah.com—Belakangan ini, kedamaian ‘Kota Minyak’ Balikpapan sedikit terusik sejak diberitakan miring, khususnya terkait ulah imigran gelap asal Afghanistan. … Read more

GELOMBANG 2000 IMIGRAN SYIAH MENGERIKAN!

waspada syi’ah semakin menyebar…. Balikpapan kedatangan lebih dari 300 pencari suaka yang mengaku dr Afganistan semenjak bulan Februari 2014 dengan beberapa gelombang. Mereka mengaku pelarian dari Afganistan karena penindasan pemerintahan di sana. Namun anehnya tidak ada satupun dari mereka yang membawa identitas dari negara mereka. Hanya beberapa orang saja yang memiliki pasport.Yang lebih anehnya lagi … Read more

Resensi Buku: Membongkar Kerapuhan Pondasi Agama Syiah

buku us hasan bashori
Oleh : Ilham Kadir
(Mahasiswa Doktor Pendidikan Islam Universitas Ibnu Khaldun Bogor.)
Syiah, sebagai sempalan dalam Islam yang kini terus melahirkan masalah yang tidak berkesudahan. Karena itu, para ulama, intelektual, hingga cedekiawan Islam, khususnya Ahlussunnah terus-menerus melakukan berbagai macam upaya dalam menangkal penyesatan yang dilakukan penganut Syiah secara terorganisir, simultan, dan sporadis.Berbeda dengan sempalan lainnya dalam Islam. Syiah adalah satu-satunya aliran sesat yang kesesatannya dapat eksis, awet, bahkan tumbuh dan terus berkembang. Aliran Mu’tazilah misalnya, hanya bertahan beberapa abad saja, dan setelah itu terkubur dalam kubang sejarah. Sedang Ahmadiyah, secara resmi di beberapa negara, seperti Pakistan telah menjadi agama mandiri dengan “Tazkirah” sebagai kitab sucinya, dan “Mirza Ghulan Ahamd” sebagai nabinya.

Ada pun kasus Syiah, mereka sungguh rumit. Namun secara umum, dapat dipetakan masalah utamanya, kenapa mereka bisa eksis dari masa ke masa. Pertama. Syiah memiliki sejarah panjang, dengan pengalamannya menguasai suatu negara, atau daulah selama berabad-abad, termasuk saat ini, Iran sebagai pos kekuatan dan kekuasaan mereka.

Kedua. Kedudukan Iran sebagai negara yang memegang peranan penting di dunia Islam khususnya Timur Tengah, bermula pasca lahirnya revolusi Iran di akhir tahun 1979 yang berhasil melahirkan tokoh utama bernama Ayatollah Khomeini. Sejak saat itu, Khomeini terus menerus melakukan ekspansi pada negara-negara Ahlussunnah, memperkenalkan Syiah dengan berbagai tipu daya dan kebohongan. Banyak yang terkecoh, termasuk pemerintah dan masyarakat Indonesia yang terus menerus melakukan kerjasama dengan cara mengirim para pelajar ke Iran, dan pada saat yang sama, Ayatollah bertebaran di Indonesia melakukan penyesatan.

Ketiga. Ulama su’ yang terus-menerus diproduksi Iran. Banyaknya ulama su’ yang menjadi gudang ilmu sesat akan terus menerus mengalirkan bah kesesatan di  penjuru dunia yang kini sudah tak mengenal seting ruang dan waktu. Kita saksikan, beberapa waktu lalu, Ayatollah Iran sudah berani masuk di Masjid Istiqlal memberikan ceramah, mengajak pada persatuan dan kesatuan umat. Padahal, kita sama-sama ketahui, justru Syiah yang selama ini menjadi tumor ganas dalam tubuh umat Islam. Saksikanlan, dimana ada Syiah, di sana gejolak horizontal terus berkembang seperti Iraq, Syiria, Lebanon, Mesir, Pakistan, bahkan kantong-kantong penganut Syiah di Indonesia memiliki potensi besar terjadi perpecahan dan kerusuhan, sebagaimana kasus Sampang beberapa waktu lalu.

Read more

MENTERI AGAMA MENDUKUNG PROYEK SYIAH DI INDONESIA ? BAG.3

Terkait dengan studi kritis kita terhadap buku Syiah menurut Syiah yang diberi kata pengantar menteri agama Bapak Lukman Hakim Saifudin (24 September 2014),kini kita lanjutkan dengan bagian ketiga: Menteri agama menyebutkan “Khalifah Ali bin Abi –Thalib- karramallahu wajhahu– adalah contoh teladan yang baik dalam menghadapi intoleransi, terutama ketika beliau menghadapi orang-orang yang mengaku pembela Tuhan … Read more

pemuda Muslim asal Garut diintimidasi 5 orang Syiah

Islamedia.co –  Arogansi aliran sesat Syiah di Indonesia semakin menjadi, terlebih setelah Pimpinanya Jalaludin Rahmat menjadi anggota DPR RI dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Sumber radioelnury.com memaparkan salah satu tindakan arogansi kelompok sesat ini. Tepatnya pada hari Rabu (12/11), seorang pemuda Muslim asal Garut diintimidasi 5 orang Syiah hanya karena mengkritik pemahaman Syiah yang aneh … Read more

Bedah Buku “Menuntun Syi’ah Ke jalan yang benar”

HARI/TANGGAL: Ahad, 7 Shofar 1436 H/ 30 Nopember 2014 WAKTU:  – Sesi 1 : pukul 12-30-Ashar BERSAMA: Ustadz Agus Hasan Bashori Lc.,M.Ag “Bedah Buku Menuntun Syi’ah Ke Jalan Yang Benar”  – Sesi 2 : Ba’da Ashar – 17.30 BERSAMA : Ustadz Fakhruddin Nu’man Lc. “Tragedi Akhir Zaman dan Solusinya” TEMPAT: Masjid Jami’ Baitul Huda Jl. … Read more

Dubes Iran Gandeng UIN Malang

MALANG KOTA– Gaung nama Universitas Islam Negeri (UIN) Malang kian jadi perhatian dunia. Salah satu negara muslim yang menggandeng UIN adalah Iran. UIN Malang dijadikan pilihan karena kampus Islam yang berada di Jalan Gajayana ini dianggap berpotensi besar menjadi World Class University. Bentuk kerja sama itu sudah dituangkan dalam MoU (memorandum of understanding) yang dilakukan … Read more

Izin Tamu Internasional Ceramah Di Masjid Istiqlal Wewenang Kemenag

Menurut Kiai Musthofa Ya’kub, kasus ulama Syiah ini bukan kasus pertama kali. Bahkan sudah terjadi beberapa kali

Izin Tamu Internasional Ceramah Di Masjid Istiqlal Wewenang Kemenag

Ceramah tokoh Syiah di Masjid Istiqlal yang menjadi perbincangan masyarakat

Hidayatullah.com- Lolosnya ulama Syiah asal Iran berceramah di Masjid Istiqlal hari Jum’at (21/11/2014) dinilai karena ada keikutsertaan dari pihak Kementerian Agama (Kemenag) RI terkait pemberian izin.

Sebab kewenangan untuk memberikan izin kepada seluruh tamu internasional (termasuk ulama Syi’ah Iran, red) untuk berceramah di Masjid Istiqlal Jakarta dipegang oleh Ketua Badan Pengelola Pelaksana Masjid Istiqlal di mana kewenangannya langsung di bawah pengawasan Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI).

Indikasi ini berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, Dr. Ali Musthofa Ya’qub kepada hidayatullah.com Sabtu (22/11/2014) pagi saat dikonfirmasi terkait ceramah ulama Syi’ah dari Iran yang kini menjadi perbincangan masyarakat di jejaring sosial. [Baca: KH Ali Musthofa Ya’qub: Ceramah Ulama Syi’ah Di Istiqlal Bisa Bahayakan Umat dan NKRI]

Read more

Muktamar Syiah di Kementerian Agama Menyakiti Umat Islam

Penyelenggaraan Muktamar ABI di Kementerian Agama pada 14 November 2014 dinilai menyakiti umat Islam dan mendapatkan penolakan dari Umat Islam dan Ormas Islam. Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) mengatakan, Muktamar ABI Ke-II di atas, dengan menggunakan fasilitas Kemenag adalah bagian dari legitimasi ajaran sesat Syiah, sebagaimana telah difatwakan Majelis Ulama Indonesia. “Kita tau, … Read more

MENTERI AGAMA MENDUKUNG PROYEK SYIAH DI INDONESIA ? BAG.2

syiahmenurutsyiahDi pengantar Menteri Agama terhadap buku Syiah menurut Syiah ada banyak keganjilan dan kejanggalan. Artinya, sekelas menteri agama yang muslim seharusnya mencerminkan keislaman yang bagus, namun yang ada, semakin kita resapi ternyata nafas liberalism dan pluralism sangat kental. Apakah dituliskan oleh pluralis? atau oleh syiah tim penulis buku? Wallahu a’lam. Yang jelas kita sadar bahwa mentri agama adalah pejabat politik tidak harus faham agama.

 2 kejanggalan sudah kami sebutkan di makalah pertama. Sekarang kita lanjutkan dengan yang lain:

1. Di halaman (i) disebutkan:
“Menjadi sunni, syiah dan lain sebagainya……karena kehendak-Nya. Nyaris manusia tidak terlibat sama sekali di dalamnya.”
Ini adalah ucapan Jabariyyah musyrikah. Persis seperti yang diabadikan oleh Allah dalam al-Qur`an surat al an’am 148:

 

سَيَقُولُ الَّذِينَ أَشْرَكُوا لَوْ شَاءَ اللَّهُ مَا أَشْرَكْنَا وَلَا آبَاؤُنَا وَلَا حَرَّمْنَا مِنْ شَيْءٍ كَذَلِكَ كَذَّبَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ حَتَّى ذَاقُوا بَأْسَنَا قُلْ هَلْ عِنْدَكُمْ مِنْ عِلْمٍ فَتُخْرِجُوهُ لَنَا إِنْ تَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ وَإِنْ أَنْتُمْ إِلَّا تَخْرُصُونَ  148

“Orang-orang yang mempersekutukan Tuhan, akan mengatakan:  “Jika Allah menghendaki, niscaya kami dan bapak-bapak kami tidak mempersekutukan-Nya dan tidak (pula) kami mengharamkan barang sesuatu apapun.” Demikian pulalah orang-orang sebelum mereka telah mendustakan (para rasul) sampai mereka merasakan siksaan Kami. Katakanlah: “Adakah kamu mempunyai sesuatu pengetahuan sehingga dapat kamu mengemukakannya kepada Kami?” Kamu tidak mengikuti kecuali persangkaan belaka, dan kamu tidak lain hanyalah berdusta.”

 Luar biasa, ucapan kaum musyrik jabariyyah yang sudah dibatalkan oleh Allah sejak 1400 tahun lalu masih diulang-ulang oleh kaum liberal hari ini, dan ironisnya mereka mengatakan ini adalah pikiran maju dan modern!

 Mereka seolah mengatakan: “Ya Allah kami sunni, kami syi’i, kami liberal , kami komunis, dan lainnya, itu semua adalah takdir-Mu dan kodrat-Mu ya Allah. Seandainya Engkau tidak meridhai hal ini niscaya Engkau tidak membiarkannya dan tidak menakdirkannya. Karena Engkau membiarkannya dan menakdirkannya berarti Engkau meridhainya!!” persis ucapan musyriq quraisy yang jabariyyah, yang menyembah berhala dan mengharamkan onta dengan sifat-sifat tertentu yang mereka sebut Bahirah, Saibah, Washilah dan ham, lalu berkata: “Jika Allah menghendaki, niscaya kami dan bapak-bapak kami tidak mempersekutukan-Nya dan tidak (pula) kami mengharamkan barang sesuatu apapun. Karena Allah menghendaki kami dan bapak kami mempersekutukan-Nya dan mengharamkan hewan dengan model tertentu maka ini menunjukkan kalau Allah ridha dengan kami dan kesyirikan kami”. Masyaallah, subhanallah. Alangkah miripnya dua ucapan ini. Na’udzu billah minal khudzlan.

2. Di halaman (ii) di alinea 2 ditulis:

“umat Islam Indonesia…..terusun dalam Bangunan social  yang potensial bisa retak. Ini disebabkan antara lain  karena masih ada dari mereka  yang terlalu terbenam dalam kesadaran masa lalu.”

Read more