Bukan hanya kaum musyrikin yang mulai nglunjak dengan ruwatan dan sebar fitnah, namun kaum munafikin yang mengaku Islam namun membela penoda Islam pun unjuk gigi.
Gejala itu tampak ke permukaan, begitu Jokowi jadi presiden. Padahal, Jokowi sendiri, saat kaum musyrikin dan munafikin mulai unjuk gigi itu, dia masih ungkak-ungkek dalam menentukan susunan kabinetnya, karena nama-nama yang diajukan ada sejumlah nama yang kena tanda kuning dan merah dari KPK yang mengisyaratkan untuk tidak dipakai jadi menteri karena sangkutan dengan korupsi dan akan jadi tertuduh bahkan tersangka.
Setelah kasus kaum musyrikin pendukung Jokowi menggelar ruwatan dan sebar fitnah di depan rumah Amien Rais di Jogja, tidak mau kalah pula kaum munafikin ataupun pembela aliran sesat yang menodai Islam unjuk gigi dengan membela aliran sesat Syiah dan Ahmadiyah. Hingga mereka mengkritik Kebijakan Gubernur Jawa Timur (Jatim), Soekarwo yang menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Jatim Nomor 55/2012 Tentang Pembinaan Kegiatan Keagamaan dan Pengawasan Aliran Sesat.