Innalillahi wa innailaihi rajiun.
Beginilah jika muslim sebagai minoritas.
Rezim Komunis Cina memaksa para imam masjid di Xinjiang untuk berjoget di lapangan, sementara pada saat yang sama mereka juga menggelar acara sumpah agar anak-anak kaum Muslimin menjauh dari ajaran agama.
Lebih dari itu, pegawai negeri Muslim juga dipaksa untuk meneriakkan slogan bahwa “Rizki kami berasal dari Partai Komunis Cina (PKC) bukan dari Allah”.
Dimanakah para pejuwng HAM yang biasa berteriak dan berkoar koar saat terjadi pelanggaran terhadap kaum minoritas? Dimana pejuang ham yg mudah mengutuk jika korban adalah umat selain islam, meski mereka itu penjahat seperti kasus charlie hebdo?
Dimana polisi ham yg selalu memberi raport merah kepada negara2 islam termasuk terhadap indonesia dan saudi arabia?
Ataukah memang pembuat ham dan polisi ham adalah penjahat ham itu sendiri atau temannya?
Semoga Allah melindungi umat islam yg terzhalimi, dan menghukum kaum zhalim dan yg merestuinya.
Selengkapnya : http://www.kiblat.net/2015/02/10/rezim-cina-paksa-warga-muslim-bilang-rizki-kami-dari-partai-komunis-bukan-dari-allah/