Karena menolak kudeta dan referendum konstitusi pengkudeta, para ulama salafi dilarang khutbah dan dakwah!!

mesir3

Minggu, 15 Desember, 2013

Gensyiah : Untuk pertama kali sejak Revolusi 25 Januari dan penggulingan Hosni Mubarak, Pusat Informasi Kementerian Wakaf di Mesir melarang para ulama salafi dan para pemimpin Dewan Syura Ulama Salafi , Sheikh Abu Ishaq al-Huwaini, Sheikh Mohamed Hassan , dan Sheikh Mohammed Hussein Yacoub – dari khutbah dan dakwah di masjid-masjid .
Pusat Kementerian Wakaf mengatakan : Keinginan para ulama untuk berkhutbah dan memberikan pengajian di masjid-masjid memerlukan adanya lisensi (izin), izin untuk khutbah dan pengajian dari kementerian. Ini belum pernah terjadi sebelumnya. Dan fenomena ini harus dihentikan menurut Al – Jazeera .
Menurut Koran al-Wathan, seorang pejabat di kementrian menyebutkan bahwa larangan tersebut khusus di masjid masjid kementrian Wakaf . kementerian telah memutuskan untuk melarang khutbah dan pengajian bagi kelompok Salafi di masjid masjid kementrian wakaf! Karena diantara syarat mendapatkan izin tersebut adalah da’I atau khathib harus lulus Pendidikan Azhar , dan tanpa afiliasi politik , katanya .
Para pengamat Mesir menyebutkan bahwa aturan ini disebabkan karena para ulama salafi yang menonjol itu menentang kudeta militer yang dilakukan oleh tentara pada 3 Juli lalu , dan menggulingkan presiden terpilih pertama kali dari kalangan sipil di Mesir . dan telah tersebar fatwa dari dua syekh yaitu syekh al Huwaini dan syekh Mustafa Adawi baru-baru ini untuk memboikot referendum konstitusi hasil komisi 50 tunjukan pengkudeta, sebuah fatwa yang membingungkan partai al-Nur yang pro – kudeta , yang berkampanye agar ikut referendum dan memilih “ya ” untuk Konstitusi hasil kudeta tersebut.
Ya Allah selamatkan muslimin mesir dari orang-orang zhalim yang tidak bertakwa kepada-Mu dan tidak mengasihi ham-ham-Mu. Dan jadikan para ulama sunni tersebut istiqamah di jalan-Mu

(Visited 1 visits today)

Leave a Reply

*