PETA TERAKHIR DI BUMI SURIA DAN MASA DEPAN ISLAM

Agus Hasan Bashori

Rabu 17 Februari 2016

Al-Ghazi di akun twitter Akhbar al-Alam al-Islami menulis: “Amerika menipu Saudi dengan apa yang disebut “persatuan oposisi” di Riyadh, sementara di waktu yang sama Amerika membentuk milisi-milisi Jaisy al-Tsuwwar untuk memerangi para pejuang di darat.”

Kemudian Amerika menyerahkan Suria kepada Rusia dan Syiah dengan alasan untuk menggempur ISIS, lalu Rusia menggempur Pejuang Suria tetapi diberitakan bahwa Rusia menggempur ISIS. Pertahanan pejuang sunni yang terkuat adalah Aleppo yang terhubung dengan Turki di sebelah utara. Maka dengan hujan bom dari Rusia, Basyar Asad, dan dukungan Syiah, serta milisi Kurdi dukungan Amerika dan Rusia (yang menurut Turki, memiliki hubungan dengan kelompok teroris partai buruh Kurdistan) maka pasukan pejuang terus terpukul mundur. Dari arah timur diserang ISIS, dari arah selatan diserang partai persatuan demokrasi , dari barat partai persatuan demokrasi, dan di sebelah utara perbatasan dengan Turkli dihujani bom oleh Rusia untuk memutuskan antara pejuang dengan Turki.

Warna hijau = wilayah pejuang suria (oposisi, Sunni)

Warna hitam = wilayah ISIS (sekutu basyar asad, dilindungi rusia)

Warna kuning = Wilayah Partai persatuan Demokrasi dukungan Amerika dan Rusia

Warna merah = wilayah milisi Basyar asad.

peta-terakhir1

Karena kondisi kemanusiaan di Suria parah dan keamanan Saudi dan Turki terancam, sebab jika Aleppo jatuh maka peperangan akan melebar ke Turki dan Saudi, dan pembantaian oleh Syiah yang didukung Amerika dan Rusia akan merajalela dimana-mana maka Saudi dan Rusia mengambil keputusan untuk ikut oprasi militer di Suria untuk menumpas ISIS, dan ISIS mustahil ditaklukkan kecuali dengan menyingkirkan Basyar asad.

Saudi dan Turki baru melangkah di Suria, Dewan Keamanan PBB pada hari selala kemarin sudah memberi peringatan kepada Turki yang dianggap melanggar undang-undang internasional. Sementara DK PBB membisu dengan kejahatan Rusia di Suria.

The United Nations Security Council is convened with British Foreign Secretary William Hague as chair at U.N. headquarters in New York, November 16, 2010. REUTERS/Brendan McDermid (UNITED STATES - Tags: POLITICS)

Inilah keadaan timpang yang bisa kita saksikan sekarang

Al-Ghazi menggambarkan kondisi umat Islam seperti dalam karikatur ini:

kondisi-islam

Namun, bagi orang mukmin, betapapun konspirasi jahat direncanakan, namun nasib akhir yang baik tetap milik orang yang memperjuangkan kebenaran, sebab kemenangan ada di tangan Allah, dan Nabi i sudah menjanjikan bahwa kemenangan ada di tangan umat Islam.

Semoga umat Islam, pejuang Ahlussunnah ditegarkan oleh Allah dan dimenangkan atas orang-orang zhalim yang telah membunuh banyak orang dan menghancurkan negri Suria.

(Visited 1 visits today)

Leave a Reply

*