WANITA IRAN 78 TAHUN: “MEREKA PEMBUNUH….PENDUSTA….SEMOGA MEREKA DIHABISI SAMA VIRUS CORONA….!

DALAM Channel Rihlah Hidayah nomor 173 seorang wanita Iran menelpon. Berikut terjemahannya:
“Saya memohon kepada Allah agar anda selalu dalam kebaikan. Saya wanita berumur 78 tahun. Sejak 10 tahun lalu saya mengikuti channel Anda tetapi sejak setahun lalu pemerintah menyita server para bola saya yang ada di rumah maka sayapun terputus dengan anda.
Kalau bukan karena Anda niscaya kami termasuk orang-orang yang binasa.
Saya menangis selalu memikirkan Iran dan para pemudanya
Mereka membunuh semuanya tuan. Kami tidak tahu apa yang harus kami perbuat
Kalau bukan sebab Anda bersama kami niscaya kami sudah berputus asa sejak dulu.
Saya hidup dengan perasaan Anda dengan bersama Anda
Wahai para pemuda, janganlah kalian hidup tanpa agama
Kita wajib kembali ke agama Islam yang benar
Demi Allah kami bersumpah atas kalian..demi Allah saya banyak menyesal karena saya belum mengikuti agama Anda, padahal saya sudah mengikuti Anda sejak 10 tahun lalu.
Karena sebab channel Anda saya bisa belajar shalat dan al-Quran
Sekarang saya sudah tidak salah dalam membaca al-Quran. Saya hafal surat Yasin, al-Rahman dan Juz Amma
Saya meminta maaf mewakili orang-orang yang menghinakan Anda dan mencaci Anda
Anda megikuti manhaj Rasul ﷺ. Saya tidak mengerti mengapa bangsa (Iran) ini tidak faham.
Demi Allah saya sungguh sakit memikirkan para pemuda yang dibunuh oleh pemerintah
Saya memohon kepada Allah agar mereka dihabisi oleh virus corona… mereka seperti gempa dan taufan
Mereka berbuat kerusakan kepada kami
Mohon maaf suya sudah banyak bicara
Akan tetapi saya katakana: saya seorang wanita sendirian.
Pemerintah tidak memberiku bantuan apapun
Saya pergi ke badan pemberi bantuan milik pemerintah
Akan tetapi mereka tidak mendengarkan saya
Akan tetapi mereka mengklaim sudah banyak memberikan bantuan
Mereka pendusta
Demi Allah mereka pendusta
Demi Allah saya bersumpah pada kalian. Dengarkanlah ucapan saya.
Muliakanlah ahlussunnah
Semoga Allah menjaga Anda
Saya sebagai tebusan mereka.”

Add Comment

Required fields are marked *. Your email address will not be published.