Israel-Myanmar Tandatangani Perjanjian Kerjasama Tukar-Menukar Konten Pelajaran Sejarah

Lensaislam.com : Israel dan Myanmar telah menandatangani perjanjian kerja sama di bidang pendidikan. Perjanjian tersebut membolehkan kedua negara untuk tukar-menukar konten pelajaran sejarah di buku teks sejarah negara masing-masing.

“Perjanjian pendidikan dengan Myanmar merupakan kelanjutan kerjasama dengan teman-teman kami di seluruh dunia,” ungkap Wakil Menteri Luar Negeri Tzipi Hotovely, seperti dilansir dari media Israel, Haaretz, Jumat, (1/6/2018).

Berdasarkan kesepakatan dalam perjanjian tersebut, kedua negara akan bekerja sama untuk mengembangkan buku sejarah bersama sebagai bagian dari kurikulum sekolah di Myanmar dan Israel. Materi yang menjadi sorotan dalam kurikulum tersebut meliputi Holocaust, rasisme, Anti-semitisme dan Xenophobia.

Kesepakatan tersebut juga mendorong pertukaran pelajar bagi guru dan siswa di antara kedua negara.

Selain itu, kedua negara akan  berbagi pengetahuan di bidang pendidikan dan mendorong pengembangan program studi Israel dan Yahudi di Myanmar dan program studi Myanmar di Israel, termasuk pengajaran bahasa Ibrani dan Myanmar di masing-masing negara.

Selama bertahun-tahun, hubungan antara Israel dan Myanmar telah terjalin dengan erat. Hubungan Israel-Myanmar telah memunculkan kritikan keras kepada mereka.

Dikutip dari Middle East Eye, Penny Green, Profesor Hukum di Queen Mary University of London mengatakan bahwa kedua negara sama-sama mengoperasikan sistem apartheid, diskriminasi struktural dan kebrutalan pasukan militer kedua negara.

“Tentu saja Israel melihat Myanmar sebagai seorang teman. Kedua negara memliliki pandangan yang sama tentang dunia yang ekslusif. Kedua negara telah terlibat dalam kejahatan kriminal terhadap mereka yang telah didefinisikan sebagai non-warga negara. Tentu saja kerjasama ini untuk menyamakan persepsi mereka melalui program pendidikan untuk menyangkal tindakan kriminal mereka,” ungkap Penny Green.

“Untuk Rohingya, tahun 2017 adalah tahun bersejarah bagi mereka sebagai tanda genoside selama 30 tahun terakhir. 2017 adlah tahun Rohingya, 1948 adalah untuk Palestina,” sindir Penny Green atas kebrutalan kedua negara tersebut.

Hampir 700.000 Muslim Rohingya telah meninggalkan desa mereka di Rakhine, Myanmar ke Bangladesh pada 2017, sama seperti pada tahun 1948, dimana 700.000 warga Palestina diusir dari tanah kelahirannya oleh Israel yang dikenal dengan peristiwa Nakba. (DH/MTD)

Sumber : HaaretzMiddle East Eye | Redaktur : Hermanto Deli

Israel-Myanmar Tandatangani Perjanjian Kerjasama Tukar-Menukar Konten Pelajaran Sejarah

Add Comment

Required fields are marked *. Your email address will not be published.