Apakah nama negara kita menurut syara’ agama Islam?

Hasil Keputusan Muktamar ke-11 NU di Banjarmasin, tahun 1355 H atau 1936 M

(Sebelum berdiri Republik Indonesia 1945M)

Pertanyaan :

Apakah nama negara kita menurut syara’ agama Islam?

Jawaban :

Sesungguhnya negara kita Indonesia dinamakan “negara Islam” karena telah pernah dikuasai sepenuhnya oleh orang Islam. Walaupun pernah direbut oleh penjajah kafir, tetapi nama negara islam tetap selamanya.

Keterangan diambil dari kitab Bughyatul Mustarsyidin karangan Sayed Abdurrahman bin Muhammad bin Husein bin Umar atau dikenal dengan Syeikh Ba’lawi, pada bab Hudnah wal Imamah, redaksinya begini:

مسألة : كل محل قدر مسلم ساكن به في زمن من الأزمان يصير دار إسلام تجري عليه أحكامه في ذالك الزمان ومابعده وإن انقطع امتناع المسلمين باستيلاء الكفار عليهم ومنعهم من دخوله وإخراجهم منه وحينئذ فتسميته دار حرب صورة لاحكما فعلم أن أرض بتاوي وغالب أرض جاوة دار إسلام لاستيلاء المسلمين عليها قبل الكفار

Semua tempat dimana muslim mampu untuk menempatinya pada suatu masa tertentu, maka ia menjadi daerah Islam yang ditandai berlakunya syariat Islam pada masa itu.

Sedangkan pada masa sesudahnya walaupun kekuasaan umat Islam telah terputus oleh penguasaan orang-orang kafir terhadap mereka, dan larangan mereka untuk memasukinya kembali atau pengusiran terhadap mereka,

maka dalam kondisi semacam ini, penamaannya dengan “daerah perang'” (Darul harb) hanya merupakan bentuk FORMALNYA dan TIDAK HUKUMMNYA.

Dengan demikian diketahui bahwa tanah Betawi dan bahkan sebagian besar Tanah Jawa adalah “Daerah Islam” (darul Islam) karena umat Islam pernah menguasainya sebelum penguasaan orang-orang kafir.

Tanah jawa pada masa lalu adalah daerah nusantara, penulis kitab kalau menamakan dirinya Al Jawi, berarti berasal dari tanah Indonesia.

Add Comment

Required fields are marked *. Your email address will not be published.