Monthly Archives: August 2017

MUI: Isu Wahabi Adalah Bagian dari Permainan Musuh Islam untuk Mengadu Domba Umat Islam dan Melemahkan Persatuan & Kesatuan

Syiahindonesia.com, BOGOR – MUI Kota Bogor menanggapi beredarnya selebaran yang mengajak masyarakat turun ke jalan menolak penyebarluasan ajaran Wahabi. Ajakan aksi itu terkait pembangunan Masjid Ahmad bin Hanbal di Bogor Utara.

Meski dalam selebaran tertulis “Aksi Damai Bogor Utara Tolak Wahabi”, MUI menganggap demo tersebut bakal memperkeruh suasana.

Karenanya, umat Islam Bogor diimbau tidak mengikuti aksi tersebut.

“Himbauan saya, umat Islam jangan masuk perangkap provokasi perpecahbelahan tersebut,” ujar Ketua Komisi IV MUI Kota Bogor, Ustaz Wardhani kepada Pojokjabar, Jumat (25/8).

Menurutnya isu Wahabi sengaja dihembuskan untuk menghancurkan persatuan warga di Kota Bogor yang selama ini berusaha menjaga kerukunan antar umat beragama.“Isu wahabi adalah bagian dari permainan musuh Islam untuk mengadu domba umat Islam dan melemahkan persatuan dan kesatuan,” ujarnya.

Lebih lanjut Wardhani menghimbau mereka yang akan berdemo sebaiknya mengurungkan niatnya. Pasalnya MUI menilai akan ada provokator yang bermain di balik isu tersebut.

“Ini permainan provokator untuk pengalihan isu terhadap agenda yang sedang mereka gulirkan,” jelasnya.

“Yang harus diwaspadai adalah bangkitnya komunis, misionaris pemurtadan terselubung dan menyebarnya aliran menyimpang syiah dan yang lainnya,” pungkasnya.

Sebelumnya Humas Polresta Bogor, Rahmat membenarkan adanya selebaran dan aksi yang akan dilaksanakan tersebut. Menurutnya itu bukanlah berita hoax.

“Itu bukan hoax. Memang benar dan sudah di acc,” katanya.

Sementara itu, Kabag Ops Polres Kota Bogor, Kompol Fajar Hari Kuncoro berharap aksi yang dilakukan tertib dan tidak anarkis. Sehingga tidak mengganggu ketertiban dan kenyamanan orang lain. Sumber: Jpnn

Sumber : http://www.syiahindonesia.com/2017/08/mui-isu-wahabi-adalah-bagian-dari.html?utm_source=dlvr.it&utm_medium=facebook&m=1

Supir Pribadi Patrialis: Bapak Mempunyai Akhlakul Karimah

Ahad, 29 Januari 2017 10:55

Foto: Supir Pribadi Patrialis: Bapak Mempunyai Akhlakul Karimah [Foto: Tofik)

KIBLAT.NET, Jakarta- Supir pribadi Patrialis Akbar, Slamet mengungkapkan bahwa majikannya memiliki sifat yang terpuji. Salah satunya dermawan.

“Bapak mempunyai akhlaqul karimah, shalat dipelihara, sangat dermawan. Orang yang minta sama beliau, pasti dikasih,” katanya kepada wartawan di salah satu rumah Patrialis di Cipinang Muara, Jakarta Timur pada Sabtu (28/01).

“Kadang di restoran makan, dia bungkus. Buat dibagikan ke orang yang benar-benar nggak mampu,” sambungnya.

Supir pertama Patrialis ini juga menegaskan bahwa untuk pergaulan, majikannya sangat terjaga, terlebih kepada wanita yang bukan mahram.

“Jadi, beliau soal wanita terpelihara banget. Apalagi yang namanya salaman. Beliau pernah ngomong, takutnya bukan sama manusia, ‘Saya hanya takut sama Allah’,” ujarnya.

Bahkan, waktu ditangkap Patrialis mengatakan bahwa dirinya sedang dizalimi dan difitnah. Maka, pria asal Tegal ini juga yakin bahwa Patrialis tidak bersalah.

“Saya 1000 persen (Patrialis; red) nggak bersalah, nggak 100 persen lagi. Saya hampir 20 tahun sama bapak. Saya tahu betul sifat beliau,” tukasnya.

Reporter: Taufiq Ishak
Redaktur: Salem

Belum Ada Sertifikasi Halal, ICMI Minta Vaksinasi Rubela Dihentikan

Redaksi – Senin, 29 Zulqa’dah 1438 H / 21 Agustus 2017 06:00 WIB

Eramuslim.com -Vaksinasi Measles Rubella untuk anak-anak usia 6 hingga 15 tahun yang dilakukan Kementerian Kesehatan RI diminta untuk dihentikan sementara.

Demikian kata anggota Dewan Pakar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Pusat, Brigjen Pol (Purn) Anton Tabah Digdoyo menanggapi pro kontra vaksinasi tersebut.

“Saya sepaham dengan MUI Pusat agar program vaksinasi Rubella yang katanya untuk mencegah penularan wabah penyakit campak di Indonesia ditunda dulu,” terangnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Minggu (20/8).

Menurutnya, untuk menentukan program vaksinasi nasional dibutuhkan tiga syarat yang wajib untuk dipenuhi. Pertama, penyebaran penyakit tersebut dalam keadaan darurat dan sudah meluas di Indonesia dengan ditandai adanya korban yang berjatuhan.

“Kedua wajib disertifikasi kehalalannya oleh MUI Pusat dan ketiga harus diperkuat institusi terkait,” jelasnya.

Menurutnya, hingga saat ini ketiga syarat itu sama sekali belum terpenuhi hingga saat ini.

“Apalagi ada isue program tersebut hanya diberlakukan di negara-negara mayoritas penduduk muslim?” tanyanya.

Atas alasan itu, Anton menyarankan agar program vaksinasi Rubella dihentikan terlebih dahulu hingga ada kejelasan fungsi, kehalalan, dan wabah campak yang meluas di Indonesia yang memaksa keadaan darurat.

“Isu kehalalan bagi bangsa Indonesia sangat sensitif apa guna berobat atau bervaksinasi jika haram? Demikian keluh masyarakat yang saya pantau. karena itu ICMI bisa memahami keluh MUI yang merasa dilangkahi dengan progam tersebut,” pungkasnya.(kl/rmol)

Anak Patrialis: Ayah Saya Menolak Suap

Patrialis Akbar. Foto: Liputan6

Wartapilihan.com, Jakarta – Adil Akbar tampak tegar. Kabar ditangkapnya Patrialis Akbar benar-benar memukul keluarganya. Ia tak menyangka ketidak hadiran ayahnya di rumah malam itu ternyata berurusan dengan KPK. Ketika pemberitaan mengabarkan tertangkapnya Hakim MK itu, rasa was-was keluarga yang mencari sepanjang malam itu, terjawab sudah.

“Ibu saya nangis, tapi saya mecoba tegar. Karena kalau saya ikut nangis, nanti ibu saya pegangan sama siapa?” ujarnya kepada wartawan di kawasan Cipinang Muara, tempat kediaman Patrialis, Sabtu malam (28/1).

Alumni Fakultas Hukum ini sangat yakin ayahnya tidak bersalah. Sejak kecil, ia melihat bagaimana integritas ayahnya. Patrialis dikenal orang yang santun dan selalu menolak suap. Ia bukan orang yang memanfaatkan jabatannya demi keuntungan pribadi.

“Dia selalu mengatakan papa tidak akan mau menerima satu pemberian yang berhubungan dengan jabatan papa. Itu yang selau dicurhatkan papa kepada saya,” terang pria berumur 25 tahun ini.

Suatu ketika, kata Adil, ada orang yang berupaya menyuap ayahnya. Orang itu lalu mengirim sebuah kurir untuk memberikan uang suap kepada Patrialis.

“Pak, ini ada uang untuk bapak,” kata Adil menirukan ucapan sang kurir.

Lalu Patrialis langsung marah dan menghardik si kurir. “Balikkan uang ini,” tukas Patrialis seperti diucapkan Adil.

Ia sendiri gundah dengan pemberitaan yang ada. Ayahnya dituduh tertangkap tangan. Ia menolak anggapan ayahnya diringkus saat menerima uang. “Saya juga paham hukum, tidak benar ayah saya tertangkap tangan,” jelasnya.

Seperti diketahui, Patrialis Akbar bersama Kamaludin (swasta) sudah ditetapkan menjadi tersangka penerima suap USD20.000 (setara Rp270 juta) dan SGD200.000 (setara Rp1,95 miliar) dari dua tersangka pemberi suap yakni pengusaha impor daging pemilik 20 perusahaan Basuki Hariman (BHR) dan Ng Fenny (NGF) selaku Sekretaris Basuki.

Reporter: Pizaro

Sumber : http://www.wartapilihan.com/anak-patrialis-ayah-saya-menolak-suap/