Monthly Archives: March 2017

SYIAH: WAHABI ADALAH SUMBER PEMIKIRAN TAKFIRI HARUS DIBASMI

Tokoh syiah Yusuf al-Nashiri seorang pemimpin dalam gerakan al-Nujaba` mengatakan: “hari ini kita melontarkan proyek untuk menyelesaikan apa yang tersisa atas wahabi. Senyampang telah terjadi perang yang melibatkan Saudi Arabia, mengapa kita (dari Irak) tidak menghabisinya dari utara dan kita mengakhiri tema teroris; wahhabi………Saudi tidak mampu membasmi pemikiran takfiri. Mengapa Irak tidak intervensi sebagai pelaksana terbesar untuk pembasmian pemikiran takfiri di Jazirah Arab, dan menyelamatkan seluruh rakyat Saudi .”

Saudaraku kaum muslimin. Ini tambahan bukti bahwa yang paling getol memusuhi Saudi adalah Syiah

Ini tambahan bukti bahwa yang paling lantang anti wahabi adalah syiah

Ini tambahan bukti bahwa yang paling semangat menuduh wahabi itu takfiri adalah syiah

Maka janganlah menjadi korban propaganda syiah

Jangan mau diadu domba oleh Syiah untuk memusuhi Ahlussunnah dari Hanabilah atas nama Wahabi sesat!

Hati-hati dengan isu wahabi sebab syiah punya agenda dan kepentingan besar dengan istilah itu.

Simak ucapannya dalam video ini:

SIAPAKAH YANG LEBIH UTAMA NABI MUHAMMAD ATAU FATIMAH? SILAHAKAN SIMAK JAWABAN SYIAH

28 Maret 2017

www.gensyiah.net – Siapapun orang Islam kalau ditanya siapakah yang lebih utama, Nabi Muhammad -Shalallahu alaihi wa salam- ataukah putrinya Fatimah -Radiallahuanha-? pasti bisa menjawab dengan benar yaitu Nabi -Shalallahu alaihi wa salam- yang menjadi sayyid bagi manusia di hari kiyamat.

Begitu pula kalau ditanya: besar manakah dosa memusuhi Nabi -Shalallahu alaihi wa salam- ataukah memusuhi putrinya Fatimah? Semua pasti menjawab: dosa memusuhi Nabi -Shalallahualaihi wa salam- lebih besar.

Namun tidak demikian dengan Syiah, mereka sesuai dengan prinsipnya “kebenaran itu ada pada kebalikan dari keyakinan ahlussunnah” maka mereka akan menjawab kebalikannya.

Berikut ini adalah Seorang ulama syiah bersorban yang bernama Mahdi al-Nuwwab, dia berkata:

“Oleh karena itu, orang yang memusuhi Fatimah al-Zahra’ lebih cepat datangnya adzab kepadanya dari pada orang yang memusuhi Nabi -Shalallahu alaihi wa salam-. sebab dari Fatimalah ini kita mengenal Rasul -Shalallahu alihi wa salam-, dari Fatimah kita mengenal Ali, dari Fatimah kita mengenal Allah. Tauhid al-Risalah kita ambil dari al-Zahra` u”!!

Sudah yakinkah Anda bahwa ajaran syiah dibuat untuk menyesatkan umat Islam?!

Saksikan videonya

Halal Haram dalam Agama Syiah

Sudah dimaklumi dalam syariat islam bahwa ikan dan hewan laut semuanya halal.
Allah berfirman

أُحِلَّ لَكُمْ صَيْدُ الْبَحْرِ وَطَعَامُهُ مَتَاعًا لَكُمْ وَلِلسَّيَّارَةِ وَحُرِّمَ عَلَيْكُمْ صَيْدُ الْبَرِّ مَا دُمْتُمْ حُرُمًا وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ (٩٦)

Dihalalkan bagimu binatang buruan laut [442] dan makanan (yang berasal) dari laut[443] sebagai makanan yang lezat bagimu, dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan; dan diharamkan atasmu (menangkap) binatang buruan darat, selama kamu dalam ihram. dan bertakwalah kepada Allah yang kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan.(al-Maidah: 96)

[442] Maksudnya: binatang buruan laut yang diperoleh dengan jalan usaha seperti mengail, memukat dan sebagainya. Termasuk juga dalam pengertian laut disini Ialah: sungai, danau, kolam dan sebagainya.

[443] Maksudnya: ikan atau binatang laut yang diperoleh dengan mudah, karena telah mati terapung atau terdampar dipantai dan sebagainya.

Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أُحِلَّتْ لَنَا مَيْتَتَانِ وَدَمَانِ ، السَّمَكُ وَالْجَرَادُ وَالْكَبِدُ وَالطِّحَالُ

“Dihalalkan untuk kita dua bangkai dan dua darah; ikan, belalang, hati dan limpa.” (HR Ahmad, darauquthni dari Ibn Umar, shahih)

Juga bersabda:

هُوَ الطَّهُورُ مَاؤُهُ الْحِلُّ مَيْتَتُهُ

“Laut itu suci airnya dan halal bangkainya.” (HR Malik dan ashhabussunan)

Namun syiah imamiyah memiliki agama lain dan syariat lain.

Mereka mengharamkan makanan laut semuanya kecuali yang bersisik dan beberapa macam yang sangat terbatas. Sementara sisanya semuanya haram!! Hal itu meliputi makanan-makanan yang dikenal dan tersebar luas di negara-negara Muslim, yaitu hidangan makanan yang berguna dan baik menurut kesaksian para ahli gizi. Sesuatu yang telah dihalalkan oleh Allah untuk kita.

Namun, Syiah telah menerima agama mereka dari bisikan setan, dan jauh dari kepastian, sehingga sesat menyesatkan.

Saya membawakan untuk Anda beberapa pelajaran dan fatwa konyol mereka yang kacau.

Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan kita dari kesesatan mereka dan yang telah mengunggulkan kita atas banyak makhluk-Nya.

——————————————————————-

FATWA ALI SISTANI (pemimpin Hauzah syiah tertinggi di Najaf, yang sekarang terjerat skandal free sex atas nama agama)

Kitab Minhajus Shalihin Masalah ke 877:

Tidak halal dari hewan laut kecuali ikan, maka haram selainnya dari seluruh macam hewannya, sampai yang dinamai dengan nama hewan yang halal dimakan dari hewan darat seperti sapi dan kudanya. Begitu pula yang memiliki dua kehidupan seperti katak, kepiting dan penyu (kura-kura) menurut pendapat yang kuat.  Ya, burung, yang disebut burung laut –seperti sabihah (burung berenang), ghaishah (burung penyelam) dll- halal darinya apa yang halal semisalnya dari burung darat.

Masalah 878: tidak halal ikan kecuali yang memiliki sisik jika asli, sehingga tidak masalah hilangnya sisik karena satu sebab, maka halal Alkanat dan Rabitha dan linen halus, cokelat, ikan mas dan Qattan, Tabaraani dan Alablami dan lainnya untuk udang yang disebut di hari ini dengan rubiyan (udang).  Dan Tidak dihalalkan ikan yang tidak bersisik dari asalnya seperti algary (catfish) dan aL-zimair , al-Zahw, Almarmahe. Jika ada keraguan apakah dia bersisik atau tidak maka dianggap tidak bersisik.

ikan al-JaryiFoto ikan al-Jaryi yang diharamkan syiah karena tidak bersisik (seperti halnya lele)

Pertanyaan: Saya bertanya tentang cumi-cumi (Marine organism of mollusks). Apakah diperbolehkan untuk makan atau tidak? .. Apakah itu najis atau tidak? .. Apakah setiap hewan laut yang lunak/lembut tidak boleh dimakan?
Fatwa: Jika yang Anda maksud dengan moluska itu hewan yang memiliki kulit batu kapur seperti pada kulit kura-kura dan kerang, maka semua itu haram, tetapi suci.

Pertanyaan: Cumi-cumi adalah termasuk hewan laut yang mengeluarkan tinta .. lalu bagaimana penyembelihannya?
Fatwa: Tidak ada cara untuk penyembelihannya, dan tidak ada jalan sebab ia diharamkan untuk dimakan.  Tidak halal dengan disembelih  fisiknya, maka penyembelihannya tidak mempengaruhi kesuciannya.

Pertanyaan: Saya memiliki pertanyaan tentang crab (kepiting).. Apakah diperbolehkan untuk makan atau tidak? Bersama dengan alasannya?
Fatwa: Tidak dibolehkan jika tidak halal dari hewan laut, kecuali ikan bersisik dan udang.

Pertanyaan: Apa hukumnya makan kerang, induk udang?
Fatwa: Tidak boleh!!.

Pertanyaan: Kami sedang bekerja dalam profesi nelayan (penangkap ikan), hari ini kita menghadapi masalah dalam penjualan beberapa jenis ikan yang diharamkan seperti Kepiting: rajungan, cumi-cumi yang dikenal di kita dengan nama Khatstsaq. Saya mohon kepada tuan agar memberitahukan kepada saya  hukum penjualan spesies ini (kepiting dan cumi) secara rinci ?
Fatwa: Boleh menjualnya kepada orang yang mengaggapnya halal !!!!.

Pertanyaan: Apakah cumi haram atau halal?
Fatwa: cumi tampaknya ia hewan laut bukan jenis ikan, dan semua binatang laut non-ikan yang bersisik dilarang, kecuali udang.

Pertanyaan: Apa hukumnya makan kepiting?
Fatwa: Tidak boleh makan kepiting.

Pertanyaan: Apa hukumnya makan makanan laut selain ular  seperti apa yang dikeluarkan dari kerang laut Apakah boleh makan ini? dan apa kaedah dasar yang dapat mendefinisikan hal-hal yang pa?
Fatwa: Kerang adalah hewan yang tidak boleh  memakannya. Tidak halal dari binatang laut kecuali ikan, dan tidak halal dari ikan kecuali yang bersisik asli, meskipun sisiknya sebab.

Pertanyaan: Saya punya beberapa saudara mengatakan kepada saya bahwa hewan laut tidak boleh makan kecuali ikan dan udang Pertanyaan saya adalah .. Apakah diperbolehkan untuk makan (lobster) dan nama Arab Syarikhah, atau udang atau lobster? .. Apa alasan keharamannya jika tidak boleh dimakan?
Fatwa: Tidak dibolehkan, dalilnya adalah riwayat-riwayat, sementara hukum itu adalah ta’abbudi (murni taat tidak bisa dinalar).

Pertanyaan: Apakah halal atau haram kepiting, perhatikan bahwa dalam klasifikasi Kerajaan ilmu kelautan mengklasifikasikan Udang, kepiting, ibu udang  dalam klasifikasi satu di bawah pintu krustasea?
Fatwa: Semua hewan laut adalah haram, kecuali ikan yang memiliki sisik¸ tidak halal selain ikan kecuali udang.

FATWA Al-Khumaini

Kitab Tahrirul wasilah:

Masalah 1: tidak dimakan dari makanan laut kecuali ikan dan burung secara global. Maka selainnya dari berbagai jenis hewan adalah haram, sampai hewan yang ada padanannya di darat seperti sapi laut. Dst (masih ada beberapa)

Fatwa serupa juga disampaikan oleh:

  • Mirza Jawad al-Tibrizi
  • Sayyid Muhammad  al-Husaini al-Syirazi
  • Sayyid Shadiq as-Syirazi
  • Sayyid Muhammad said al-hakim
  • Sayyid  Kazhim al-Husaini al-Hairi

——————————————————————-

Allah berfirman:

وَلا تَقُولُوا لِمَا تَصِفُ أَلْسِنَتُكُمُ الْكَذِبَ هَذَا حَلالٌ وَهَذَا حَرَامٌ لِتَفْتَرُوا عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ إِنَّ الَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ لا يُفْلِحُونَ (١١٦) مَتَاعٌ قَلِيلٌ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ (١١٧)

“dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara Dusta “Ini halal dan ini haram”, untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah Tiadalah beruntung. (Itu adalah) kesenangan yang sedikit, dan bagi mereka azab yang pedih.” (An Nahl: 116-117)

انْظُرْ كَيْفَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ وَكَفَى بِهِ إِثْمًا مُبِينًا (٥٠)

“Perhatikanlah, betapakah mereka mengada-adakan Dusta terhadap Allah? dan cukuplah perbuatan itu menjadi dosa yang nyata (bagi mereka).” (An-Nisa`:50)

انْظُرْ كَيْفَ كَذَبُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ وَضَلَّ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَفْتَرُونَ (٢٤)

“lihatlah bagaimana mereka telah berdusta kepada diri mereka sendiri dan hilanglah daripada mereka sembahan-sembahan yang dahulu mereka ada-adakan.” (Al-an’am 24)

Mirip dengan bangsa jahiliyyah, karena mereka tidak berakal

مَا جَعَلَ اللَّهُ مِنْ بَحِيرَةٍ وَلا سَائِبَةٍ وَلا وَصِيلَةٍ وَلا حَامٍ وَلَكِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا يَفْتَرُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ وَأَكْثَرُهُمْ لا يَعْقِلُونَ (١٠٣)

“Allah sekali-kali tidak pernah mensyari’atkan adanya bahiirah[449], saaibah[450], washiilah[451] dan haam[452]. akan tetapi orang-orang kafir membuat-buat kedustaan terhadap Allah, dan kebanyakan mereka tidak mengerti” (al-Maidah: 103)

[449] Bahiirah: ialah unta betina yang telah beranak lima kali dan anak kelima itu jantan, lalu unta betina itu dibelah telinganya, dilepaskan, tidak boleh ditunggangi lagi dan tidak boleh diambil air susunya.

[450] Saaibah: ialah unta betina yang dibiarkan pergi kemana saja lantaran sesuatu nazar. Seperti, jika seorang Arab Jahiliyah akan melakukan sesuatu atau perjalanan yang berat, Maka ia biasa bernazar akan menjadikan untanya saaibah bila maksud atau perjalanannya berhasil dengan selamat.

[451] Washiilah: seekor domba betina melahirkan anak kembar yang terdiri dari jantan dan betina, Maka yang jantan ini disebut washiilah, tidak disembelih dan diserahkan kepada berhala.

[452] Haam: unta jantan yang tidak boleh diganggu gugat lagi, karena telah dapat membuntingkan unta betina sepuluh kali. perlakuan terhadap bahiirah, saaibah, washiilah dan haam ini adalah kepercayaan Arab jahiliyah.

وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الإنْسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُورًا وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ مَا فَعَلُوهُ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُونَ (١١٢)

“Dan Demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap Nabi itu musuh, Yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia)[499]. Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, Maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.” (Al-An’Am: 112)

[499] Maksudnya syaitan-syaitan jenis jin dan manusia berupaya menipu manusia agar tidak beriman kepada Nabi.

Kami bersyukur kepada Allah atas hidayah ini. Semoga orang syiah disadarkan oleh Allah sehingga kembali ke pangkuan sunnah, akal, fithrah.

Malang Rabo 18 Agustus 2010.
Referensi:

  • http://www.bahrainvoice.net/vb/showthread.php?t=14109
  • http://www.salaficall.net/vb/showthread.php
  • http://www.iraqcenter.net/vb/56210.html
  • http://www.dd-sunnah.net/forum/showthread.php?t=89220

Sumber : http://old.gensyiah.com/halal-haram-dalam-agama-syiah.html

Siapakah orang kafir? Muhammad Baqir al-Fali menjawab

www.gensyiah.net – anda mungkin merasa penasaran siapakah gerangan yang dimaksud dengan orang kafir oleh Muhammad Baqir al-Fali.

Sayyid Muhammad Baqir al-Fali adalah tokoh Syiah Rafidhah yang terkenal di youtube. dalam video ini dia mengatakan: yang mengingkari satu imam saja dari 12 imam maka ia kafir berada di dalam neraka Jahannam!!

jawaban ini disampaikan oleh al-Fali dengan penuh semangat dan meyakinkan. inilah doktri Syiah, siapa yg tidak percaya imam Syiah walau satu imam saja kafir ahli neraka Jahannam. Jika Anda percaya dengan Khalifah Abu Bakar maka Anda telah kafir dan anda adalah ahli neraka Jahanam.

saksikan videonya:

INI SEBABNYA MENGAPA SYIAH INGIN MENUTUP TV FADAK MILIK YASIR HABIB

www.gensyiah.net – setiap pemerhati Syiah pasti tahu yang namanya Yasir Habib. seorang tokoh Syiah asal Kuwait yang tinggal di London Inggris. dia adalah contoh Syiah tanpa taqiyyah, yang menyerang ulama-ulama Syiah lain yang masih bertaqiyyah. dengan kata lain dia membongkar kedok ulama Syiah itu.

dalam video ini Yasir Habib mengungkapkan bahwa ada ulama Syiah naik mimbar lalu mendoakan musuh-musuh Ahlul Bait seperti Aisyah supaya diridhai Allah, dengan mengatakan “Radhiyallahu ta’ala anhum”. ketika dikritik mengapa mendoakan sahabat Nabi yang mereka itu musuh-musuh Ahlul bait? dia berkelit dengan mengatakan: di hatiku tidak begitu, maksudku adalah semoga ridha Allah “Ta’ala ‘anhu” yaitu semoga ridho Allah dianggkat darinya, tidak diberikan kepadanya.

lalu Yasir Habib mengomentari. apakah engkau wahai jahil, wahai bodoh, dengan demikian bisa lari dari dosa. dengan orang-orang, apakah mereka faham maksudmu? aku mengkritik karena kamu menyesatkan manusia (dengan doa itu). ketika kamu keluar untuk mengucapkan Radhiyallahu ‘an Aisyah, ‘an Shahabah,

ketika mereka yang bertaqiyyah ini terus dikritik, maka pengikut-pengikutnya menjawab; ucapan Radhiyallah ‘anhu kan sekedar doa, tidak mesti dikabulkan. namanya doa ada yang dikabulkan dan tidak, dan kita termasuk tidak meyakininya, sekedar ucapan kosong. tidak masalah!” Maka Yasir Habib berkata: “Aneh, kalau begitu sejak sekarang ucapkan saja Yazid radhiyallahu ‘anhu, kan Allah tidak bakal mengabulkan. ucapkan Netanyahu Radhiallahu ‘anhu, Syah, Radhiyallahu anhu, kepada musuh-musuh politik katakan Radhiyallahu ‘anhu, keluarga Kerajaan Saudi Radhiyallahu. … Wahai orang yang hitam mukanya, hai orang yang ingin mencoreng wajah Syiah kamu bukan tokoh Syiah , kamu tokoh bakri (pecinta Abu Bakar)”.

demikianlah Syiah yang sejati, tanpa taqiyyah, membongkar isi hati orang syiah yang masih bertaqiyyah!

waspadalah!

silakan simak videonya secara lengkap.

BUKTI KESYIRIKAN SYIAH DALAM MASYIAH

www.gensyiah.net – Berikut adalah satu bukti kesyirikan syiah, yaitu menyekutukan Allah dalam soal kehendak, bahkan menjadikan kehendak Allah mengikut kehendak Imam.

Ulama bersorban Syiah yang bernama Husain al-Muthawwi’ berkata: “Dalam satu riwayat dari imam kita Zainal Abidin, (dia berkata): Kami adalah “orang yang jika kami berkehendak maka Allah berkehendak. dan jika kita menginginkan maka Allah pun menginginkannya.”

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ: أَنَّ رَجُلًا، أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَكَلَّمَهُ فِي بَعْضِ الْأَمْرِ، فَقَالَ: مَا شَاءَ اللهُ وَشِئْتَ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” أَجَعَلْتَنِي لِلَّهِ عَدْلًا؟ قُلْ: مَا شَاءَ اللهُ وَحْدَهُ ”

dari Ibnu Abbas, ada seorang berkata kepada Nabi -Shalallahu alaihi wa salam- : Ma Syaallah wa Syi`ta (ini atas kehendak Allah dan kehendak Anda”. maka Nabi berkata: Apakah kami menjadikan aku sebagai sekutu Allah? Katakanlah: ini atas kehendak Allah semata.

maka waspadalah, ajaran Syiah yang ghulum kepada imam membuatkan banyak kesyirikan

Marja’ Syiah Iran mengajak membongkar kuburan Abu Bakar dan Umar

tanggal 1 Maret channel Wesal untuk mengintaian dan penelusuran memposting video isinya seorang marja’ syiah Iran dari Khurasan mengajak orang Syiah membongkar kuburan sayyidina Abu bakar dan Sayyidina Umar ra.

klop sudah kebencian dan rencana jahat para imam Syiah Rafidhah.

sungguh dakwa syiah adalah dakwah kebencian kepada ahli surga dan kepada seluruh umat islam

tetap waspada jangan sampai indonesia tiba-tiba menjadi Irak

المرجع الايراني الخراساني يدعو إلى نبش قبري أبي بكر وعمر رضي الله عنهما .

SUKSES MISI KEMANUSIAN KE ARAKAN- BURMA (RAKHINE- MYANMAR)

AGUS HASAN BASHORI

 

burma1

Di bandara Yangon 27 Februari 2017

burma2

 

Foto bandara Sittwe, Arakan Burma, diambil dari pesawat Selasa 28 Februari 2017 (Agus Hasan Bashori)

burma3

Dengan taufik dan pertolongan Allah -Subhanahu wa ta’ala-, misi kemanusiaan PULDAPII (Perkumpulan Lembaga Dakwah dan Pendidikan Islam Indonesia) untuk membantu muslim di Yangon, Sittwe dan Mrauk-U sukses. Misi ini dipimpin oleh saya sendiri (Agus Hasan Bashori) selaku pembina PULDAPII, Ketua YBM (Yayasan Bina Masyarakat) Malang  juga anggota MIUMI ( Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia, Ikatan Ulama dan Da’i ASEAN, Triono Abu Syifak wakil kantor pusat PULDAPII (ketua KS: konsorsium Sunnah, untuk umrah dan haji), Nur Rasyid Abu Rasyidah BIAS-CS (Cinta Sedekah), dan pendamping dari Jawa Barat, ditambah Mas Agung dari SMS Jawa Tengah.
Tim berangkat dari Jakarta hari Senin 27 Februari 2017, menuju Kuala Lumpur, kemudian lanjut ke Yangon ibu Kota Myanmar. Di sana kami menginap semalam di hotel tengah kota. Kemudian di pagi hari setelah sarapan dilanjut dengan kajian Live dari jantung kota Yangon melalui TV al-Umm Streaming.
Setelah itu tim menuju Bandara Yangon untuk terbang ke Sittwe (dulu namanya Akyab) ibu kota Rakhine (dulu namanya Arakan).
Setiba di Sittwe kami langsung ke hotel, lalu keluar menuju pantai Akyab di ujung kota menikmati dan mengabadikan sunset yang indah menakjubkan.
Keseokan harinya hari Rabu tanggal 1 Maret 2017 kami memulai melaksanakan misi di kota Sittwe, dilanjutkan dengan hari Kamis.
Kemudian pada hari Jum’at 3 Maret kami melanjutkan misi ke kota Mrauk-U dengan perjalanan darat lebih dari 3 jam.
Sabtu 4 Maret 2017, kami terbang ke Yangon. Di Yangon misi dilanjutkan hingga hari Senin. Hari Selasa kami tiba di tanah Air tercinta dengan selamat.
Misi yang telah berhasil kami laksanakan adalah:
1. Misi kemanusiaan, yaitu mendistribusikan donasi kemanusiaan berupa, pakaian 400 anak, bahan makanan dan selimut di 4 desa, lampu, obat, bangku sekolah dan kebutuhan tempat untuk belajar.
2. Pengenalan medan dan penelusuran kasus kerusuhan, pengusiran dan penempatan etnis Rohingya di kamp-kamp IDP, serta perkampungan etnis Aung Mingalar dan perkampungan etnis Kament .
3. Mencari Kenalan untuk kerjasama baik person maupun NGO resmi
4. Mengumpulkan Bahan-bahan sejarah Islam di Arakan yang ada di museum , buku-buku tentang Rohingya yang dihadiahkan kepada kami, bangunan-bangunan masjid tua, serta dialog dan sharing tentang sejarah konflik dan solusinya
5. Menemui ulama Ahli Hadits asli Rohingya yang masih tersisa yang tinggal di Arakan, lalu mengambil ijazah Sanad hadits dari beliau, yaitu Syaikh Abdul Haq hafizhahullah.
6. Menyiarkan secara langsung dari Yangon, Sittwe dan Mrauk-U live melalui al-Umm TV (www.al-Umm.tv) , baik pengajian, reportasi dan distribusi bantuan.

burma4

Foto saat live di TV al-Umm dari Yangon

burma5

Saat Live di TV al-Umm dari dari Sittwe

burma6

Foto pembagaian pakaian di Sittwe

burma7

burma11

burma8
burma9
burma10

Adapun tentang kondisi umat islam di sana, baik yang di kamp maupun di desa maka penderitaan dan kesengsaraan dan kehinaannya lebih dari yang anda bayangkan. Anda kesana dijamin terenyuh dan berderaian air mata.
Oleh karena itu menolong mereka termasuk wajib, fardhu kifayah dan bukti keimanan.

Bagaimanakah seandainya mereka ini anak Anda?

burma12

Ini rumah-rumah mereka

burma13

Ini air mereka

Alamat Donasi:

Silakan salurkan bantuan Anda melalui YBM Peduli no. Rekening:
1. BCA 1991061741 atas nama: Agus Hasan Bashori
2. BNI Taplus 0357825379 atas nama: Yayasan Bina al-Mujtama’

Donasi Anda langsung ke sasaran dengan izin Allah.
Melalui berita ini kami berterima kasih kepada para donator, semoga Allah melipat gandakan pahala Anda dan memberkahi harta dan hidup Anda serta menjadikan sebab keselamatan kita di akhirat nanti.

Alhamdulillah alladzi bini’matihi tatimmu shalihat.
Ikuti detil beritanya di majalah al-Umm
Dan nantikan makalah selanjutnya di sini!

Sumber : http://www.binamasyarakat.com/sukses-misi-kemanusian-ke-arakan-burma-rakhine-myanmar/

Keadilan untuk Orang Syiah

Abu Hamzah

IMAM MALIK

Al Khalal meriwayatkan dari Abu Bakar Al Marwazi, katanya : Saya mendengar Abu Abdilloh berkata, bahwa Imam Malik berkata :

الذى يشتم اصحاب النبى صلى الله عليه وسلم ليس لهم اسم او قال نصيب فى الاسلام.

“Orang yang mencela sahabat-sahabat Nabi, maka ia tidak memiliki nama Islam, atau tidak memiliki bagian dalam Islam”.
( Al Khallal / As Sunnah, 2-557 )

Imam Ibnu Katsir berkata, dalam kaitannya dengan firman Allah surat Al Fath ayat 29, yang artinya :

“Muhammad itu adalah Rasul (utusan Allah). Orang-orang yang bersama dengan dia (Mukminin) sangat keras terhadap orang-orang kafir, berkasih sayang sesama mereka, engkau lihat mereka itu rukuk, sujud serta mengharapkan kurnia daripada Allah dan keridhaanNya. Tanda mereka itu adalah di muka mereka, karena bekas sujud. Itulah contoh (sifat) mereka dalam Taurat. Dan contoh mereka dalam Injil, ialah seperti tanaman yang mengeluarkan anaknya (yang kecil lemah), lalu bertambah kuat dan bertambah besar, lalu tegak lurus dengan batangnya, sehingga ia menakjubkan orang-orang yang menanamnya. (Begitu pula orang-orang Islam, pada mula-mulanya sedikit serta lemah, kemudian bertambah banyak dan kuat), supaya Allah memarahkan orang-orang kafir sebab mereka. Allah telah menjanjikan ampunan dan pahala yang besar untuk orang-orang yang beriman dan beramal salih diantara mereka”.

Beliau berkata : Dari ayat ini, dalam satu riwayat dari Imam Malik, beliau mengambil kesimpulan bahwa golongan Rofidhoh (Syiah), yaitu orang-orang yang membenci para sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, adalah Kafir.
Beliau berkata : “Karena mereka ini membenci para sahabat, maka dia adalah Kafir berdasarkan ayat ini”. Pendapat tersebut disepakati oleh sejumlah Ulama.
(Tafsir Ibin Katsir, 4-219)

Imam Al Qurthubi berkata : “Sesungguhnya ucapan Imam Malik itu benar dan penafsirannya juga benar, siapapun yang menghina seorang sahabat atau mencela periwayatannya, maka ia telah menentang Allah, Tuhan seru sekalian alam dan membatalkan syariat kaum Muslimin”.
(Tafsir Al Qurthubi, 16-297).

IMAM AHMAD IBN HANBAL
Al Khallal meriwayatkan dari Abu Bakar Al Marwazi, ia berkata : “Saya bertanya kepada Abu Abdullah tentang orang yang mencela Abu Bakar, Umar dan Aisyah? Jawabnya,

ماأراه على الإسلام

Menurut saya, dia bukan orang Islam”.
( Al Khallal / As Sunnah, 2-557).
Beliau Al Khalal juga berkata : Abdul Malik bin Abdul Hamid menceritakan kepadaku, katanya: “Saya mendengar Abu Abdullah berkata : “Barangsiapa mencela sahabat Nabi, maka kami khawatir dia keluar dari Islam, tanpa disadari”.
(Al Khallal / As Sunnah, 2-558).

Beliau Al Khallal juga berkata :
“Abdullah bin Ahmad bin Hambal bercerita pada kami, katanya : “Saya bertanya kepada ayahku perihal seorang yang mencela salah seorang dari sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Maka beliau menjawab : “Saya berpendapat ia bukan orang Islam”.
(Al Khalal / As Sunnah, 2-558)
Dalam kitab AS SUNNAH karya IMAM AHMAD halaman 82, disebutkan mengenai pendapat beliau tentang golongan Rofidhoh (Syiah) :
“Mereka itu adalah golongan yang menjauhkan diri dari sahabat Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan mencelanya, menghinanya serta mengkafirkannya, kecuali hanya empat orang saja yang tidak mereka kafirkan, yaitu Ali, Ammar, Migdad dan Salman. Golongan Rofidhoh (Syiah) ini sama sekali bukan Islam.

IMAM AL BUKHORI
Iman Bukhori berkata :

.ماأبالى صليت خلف الجهمى والرافضى أم صليت خلف اليهود والنصارى

ولا يسلم عليه ولا يعادون ولا يناكحون ولا يشهدون ولا تؤكل ذبائحهم

“Bagi saya sama saja, apakah aku sholat dibelakang Imam yang beraliran JAHM atau Rofidhoh (Syiah) atau aku sholat di belakang Imam Yahudi atau Nasrani.

Dan seorang Muslim tidak boleh memberi salam pada mereka, dan tidak boleh mengunjungi mereka ketika sakit juga tidak boleh kawin dengan mereka dan tidak menjadikan mereka sebagai saksi, begitu pula tidak makan hewan yang disembelih oleh mereka.
(Imam Bukhori / Kholgul Af”al al-‘Ibad, halaman 125).

IMAM AL FIRYABI
Al Khalal meriwayatkan, katanya : “Telah menceritakan kepadaku Harb bin Ismail Al Karmani, katanya : “Musa bin Harun bin Zayyad menceritakan kepada kami : “Saya mendengar Al Faryaabi dan seseorang bertanya kepadanya tentang orang yang mencela Abu Bakar. Jawabnya : “Dia kafir”. Lalu ia berkata : “Apakah orang semacam itu boleh disholatkan jenazahnya ?”. Jawabnya : “Tidak”. Dan aku bertanya pula kepadanya : “Mengenai apa yang dilakukan terhadapnya, padahal orang itu juga telah mengucapkan Laa Ilaaha Illalloh?”. Jawabnya :

لا تمسوه بأيديكم، ارفعوه بالخشب حتى تواروه فى حفرته

“Janganlah kamu sentuh jenazahnya dengan tangan kamu, tetapi kamu angkat dengan kayu sampai kamu turunkan dalam liang lahatnya”.
(Al Khalal / As Sunnah, 6-566).

AHMAD BIN YUNUS
Beliau berkata : “Sekiranya seorang Yahudi menyembelih seekor binatang dan seorang Rofidhi (Syiah) juga menyembelih seekor binatang, niscaya saya hanya memakan sembelihan si Yahudi dan aku tidak mau makan sembelihan si Rofidhi (Syiah), sebab dia telah murtad dari Islam”.
(Ash Shariim Al Maslul, halaman 570).

ABU ZUR’AH AR ROZI
Beliau berkata :

اذا رأيت الرجل ينتقص أحدا من أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم فاعلم أنه زنديق، لأن مؤدى قوله الى ابطال القران والسنة.

“Bila anda melihat seorang merendahkan (mencela) salah seorang sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, maka ketahuilah bahwa dia adalah ZINDIIG. Karena ucapannya itu berakibat membatalkan Al-Qur’an dan As Sunnah”.
(Al Kifayah, halaman 49).

ABDUL QODIR AL BAGHDADI
Beliau berkata : “Golongan Jarudiyah, Hisyamiyah, Jahmiyah dan Imamiyah adalah golongan yang mengikuti hawa nafsu yang telah mengkafirkan sahabat-sahabat Nabi yang terbaik, maka menurut kami mereka adalah kafir. Menurut kami mereka tidak boleh di sholatkan dan tidak sah berma’mum sholat di belakang mereka”.
(Al Fargu Bainal Firaq, halaman 357).
Beliau selanjutnya berkata : “Mengkafirkan mereka adalah suatu hal yang wajib, sebab mereka menyatakan Allah bersifat Al Bada’ (mengetahui setelah sebelumnya tidak mengetahui)

IBNU HAZM
Beliau berkata : “Salah satu pendapat golongan Syiah Imamiyah, baik yang dahulu maupun sekarang ialah, bahwa Al-Qur’an sesungguhnya sudah diubah”.
Kemudian beliau berkata : ”Orang yang berpendapat bahwa Al-Qur’an yang ada ini telah diubah adalah benar-benar kafir dan mendustakan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam”.
(Al Fashl, 5-40).

ABU HAMID AL GHOZALI
Imam Ghozali berkata : “Seseorang yang dengan terus terang mengkafirkan Abu Bakar dan Umar Rodhialloh Anhuma, maka berarti ia telah menentang dan membinasakan Ijma kaum Muslimin. Padahal tentang diri mereka (para sahabat) ini terdapat ayat-ayat yang menjanjikan surga kepada mereka dan pujian bagi mereka serta pengukuhan atas kebenaran kehidupan agama mereka, dan keteguhan aqidah mereka serta kelebihan mereka dari manusia-manusia lain”.

Kemudian kata beliau : “Bilamana riwayat yang begini banyak telah sampai kepadanya, namun ia tetap berkeyakinan bahwa para sahabat itu kafir, maka orang semacam ini adalah kafir. Karena dia telah mendustakan Rasulullah. Sedangkan orang yang mendustakan satu kata saja dari ucapan beliau, maka menurut Ijma’ kaum Muslimin, orang tersebut adalah kafir”.
(Fadhoihul Batiniyyah, halaman 149).

AL-QODHI IYADH
Beliau berkata : “Kita telah menetapkan kekafiran orang-orang Syiah yang telah berlebihan dalam keyakinan mereka, bahwa para Imam mereka lebih mulia dari pada para Nabi”.

Beliau juga berkata : “Kami juga mengkafirkan siapa saja yang mengingkari Al-Qur’an, walaupun hanya satu huruf atau menyatakan ada ayat-ayat yang diubah atau ditambah di dalamnya, sebagaimana golongan Batiniyah (Syiah) dan Syiah Ismailiyah”.
(Ar Risalah, halaman 325).

AL FAKHRUR ROZI
Ar Rozi menyebutkan, bahwa sahabat-sahabatnya dari golongan Asyairoh mengkafirkan golongan Rofidhoh (Syiah) karena tiga alasan :
Pertama: Karena mengkafirkan para pemuka kaum Muslimin (para sahabat Nabi). Setiap orang yang mengkafirkan seorang Muslimin, maka dia yang kafir. Dasarnya adalah sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, yang artinya : “Barangsiapa berkata kepada saudaranya, hai kafir, maka sesungguhnya salah seorang dari keduanya lebih patut sebagai orang kafir”.
Dengan demikian mereka (golongan Syiah) otomatis menjadi kafir.
Kedua: “Mereka telah mengkafirkan satu umat (kaum) yang telah ditegaskan oleh Rasulullah sebagai orang-orang terpuji dan memperoleh kehormatan (para sahabat Nabi)”.
Ketiga: Umat Islam telah Ijma’ menghukum kafir siapa saja yang mengkafirkan para tokoh dari kalangan sahabat.
(Nihaayatul Uguul, Al Warogoh, halaman 212).

SYAIKHUL ISLAM IBNU TAIMIYAH
Beliau berkata : “Barangsiapa beranggapan bahwa Al-Qur’an telah dikurangi ayat-ayatnya atau ada yang disembunyikan, atau beranggapan bahwa Al-Qur’an mempunyai penafsiran-penafsiran batin, maka gugurlah amal-amal kebaikannya. Dan tidak ada perselisihan pendapat tentang kekafiran orang semacam ini”
Barangsiapa beranggapan para sahabat Nabi itu murtad setelah wafatnya Rasulullah, kecuali tidak lebih dari sepuluh orang, atau mayoritas dari mereka sebagai orang fasik, maka tidak diragukan lagi, bahwa orang semacam ini adalah kafir. Karena dia telah mendustakan penegasan Al-Qur’an yang terdapat di dalam berbagai ayat mengenai keridhoan dan pujian Allah kepada mereka. Bahkan kekafiran orang semacam ini, adakah orang yang meragukannya? Sebab kekafiran orang semacam ini sudah jelas….
(Ash Sharim AL Maslul, halaman 586-587).

SYAH ABDUL AZIZ DAHLAWI
Sesudah mempelajari sampai tuntas mazhab Itsna Asyariyah dari sumber-sumber mereka yang terpercaya, beliau berkata : “Seseorang yang menyimak aqidah mereka yang busuk dan apa yang terkandung didalamnya, niscaya ia tahu bahwa mereka ini sama sekali tidak berhak sebagai orang Islam dan tampak jelaslah baginya kekafiran mereka”.
(Mukhtashor At Tuhfah Al Itsna Asyariyah, halaman 300).

MUHAMMAD BIN ALI ASY SYAUKANI
Perbuatan yang mereka (Syiah) lakukan mencakup empat dosa besar, masing-masing dari dosa besar ini merupakan kekafiran yang terang-terangan.
Pertama : Menentang Allah.
Kedua : Menentang Rasulullah.
Ketiga : Menentang Syariat Islam yang suci dan upaya mereka untuk melenyapkannya.
Keempat : Mengkafirkan para sahabat yang diridhoi oleh Allah, yang didalam Al-Qur’an telah dijelaskan sifat-sifatnya, bahwa mereka orang yang paling keras kepada golongan Kuffar, Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan golongan Kuffar sangat benci kepada mereka. Allah meridhoi mereka dan disamping telah menjadi ketetapan hukum didalam syariat Islam yang suci, bahwa barangsiapa mengkafirkan seorang muslim, maka dia telah kafir, sebagaimana tersebut di dalam Bukhori, Muslim dan lain-lainnya.
(Asy Syaukani, Natsrul Jauhar Ala Hadiitsi Abi Dzar, Al Warogoh, hal 15-16)

PARA ULAMA DI SEBELAH TIMUR SUNGAI JIHUN (AMUDARYA)
Mahmud Al Alusi (Abu al-Tsana`, al-Mufassir) berkata : “Sebagian besar ulama disebelah timur sungai ini menyatakan kekafiran golongan Itsna Asyariyah dan menetapkan halalnya darah mereka, harta mereka dan menjadikan wanita mereka menjadi budak, sebab mereka ini mencela sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, terutama Abu Bakar dan Umar, yang menjadi telinga dan mata Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, mengingkari kekhilafahan Abu Bakar, menuduh Aisyah Ummul Mukminin berbuat zina, padahal Allah sendiri menyatakan kesuciannya, melebihkan Ali Radhiallahu ‘Anhu dari rasul-rasul Ulul Azmi. Sebagian mereka melebihkannya dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan mengingkari terpeliharanya Al-Qur’an dari kekurangan dan tambahan”.
(Nahjus Salaamah ila Mabahits al-Imamah, halaman 29-30).

Demikian telah kami sampaikan fatwa-fatwa dari para Imam dan para Ulama yang dengan tegas mengkafirkan golongan Syiah yang telah mencaci maki dan mengkafirkan para sahabat serta menuduh Ummul mukminin Aisyah berbuat selingkuh, dan berkeyakinan bahwa Al-Qur’an yang ada sekarang ini tidak orisinil lagi (Muharrof, telah diubah-ubah, tidak suci). Serta mendudukkan imam-imam mereka lebih tinggi (Afdhol) dari para Rasul.

Semoga fatwa-fatwa tersebut dapat membantu pembaca dalam mengambil sikap tegas terhadap golongan Syiah.
“Yaa Allah tunjukkanlah pada kami bahwa yang benar itu benar dan jadikanlah kami sebagai pengikutnya, dan tunjukkanlah pada kami bahwa yang batil itu batil dan jadikanlah kami sebagai orang yang menjauhinya.”

Sumber : http://old.gensyiah.com/keadilan-untuk-orang-syiah.html